VIVIA MEDIA — Akting Shanna Shannon dan Samo Rafael dalam film 'Dan Bandung' sukses mencuri perhatian. Film yang diangkat dari novel karya penulis Pidi Baiq ini memasangkan keduanya sebagai sepasang kekasih dengan latar belakang yang sangat kontras.

Shanna Shannon memerankan karakter Elma, seorang gadis yang digambarkan bak putri dalam "sangkar emas" akibat kekangan aturan keras orang tuanya. Sementara itu, Samo Rafael menghidupkan sosok Basil, remaja cuek yang tengah beranjak dewasa dengan lika-liku kehidupan yang keras.

Di bawah arahan sutradara ikonik Rudi Soedjarwo, film ini memotret perjalanan cinta dua anak muda dari strata ekonomi dan budaya yang berbeda di tengah atmosfer romantis Kota Bandung.

Pertemuan Pertama: Mengira Lawan Main Introvert Berat

Bagi Shanna Shannon, film Dan Bandung merupakan proyek pertama kalinya ia bekerja sama dengan Samo Rafael, sekaligus debutnya akting di film layar lebar.

| Baca Juga: Introvertnya Mentok, Ini Cara Rudi Soedjarwo Hidupkan Chemistry Dua Tokoh Utama Film Dan Bandung

Shanna menceritakan momen pertemuan pertama mereka yang terjadi di kantor Verona Pictures. Saat itu, Shannon mengaku sempat merasa ragu karena melihat pembawaan Samo yang sangat pendiam.

"Pertama kali ketemu itu di kantor Verona Pictures. Waktu itu aku ingat banget dia (Samo) lagi duduk, karena dia sampai lebih duluan. Aku melihatnya kayak,'Wah, kayaknya orang ini introvert banget deh,' soalnya dia terlihat pemalu juga," kenang Shanna saat ditemui gala premier Dan Bandung, di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu malam (12/8/2026).

Ketakutan Shanna akan sulitnya menjalin komunikasi dengan sosok introvert seketika sirna setelah mereka mulai berinteraksi lebih jauh.

"Aku sempat berpikir, 'Gimana ya caranya bisa akrab sama orang introvert?' Tapi ternyata setelah kenal dan mulai mengobrol lebih dalam, orangnya enak banget diajak diskusi," tambahnya.

| Baca Juga: Keisya Levronka dan Paul Aro 'Satu Frame' di Film Dan Bandung, Bakal Jadi Pacar?

Chemistry yang Dipersatukan oleh 'Obat Asam Lambung'

Membangun kedekatan emosional ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi Shanna dan Samo karena keduanya sama-sama memiliki kepribadian introvert. Shanna mengaku sempat terjadi kecanggungan di awal proses produksi di mana mereka hanya saling diam.

"Awal-awalnya itu kita sempat diem-dieman, karena sesama introvert kan. Kalau buat aku ya, aku kayak nungguin 'Ini kenapa nggak diajak ngomong ya?'. Iya, tapi dia juga diem. Jadi awalnya buat aku agak sulit," tutur Shanna sambil tertawa.

Namun, sebuah kejadian tak terduga akhirnya menjadi titik balik kedekatan mereka. Ternyata, keduanya menderita penyakit yang sama, yakni gangguan asam lambung. Momen berbagi obat saat simulasi adegan menjadi kunci cairnya hubungan mereka.

"Kita berdua sama-sama punya penyakit asam lambung. Aduh, itu yang menyatukan. Dan aku inget salah satu momen, waktu simulasi itu, akhirnya Samo menawarkan aku obat untuk asam lambung. akhirnya dari situ flow aja," kenang Shanna.

Selain faktor medis, Shanna juga memuji profesionalisme Samo yang lebih berpengalaman dalam mengarahkan adegan.

"Samo lebih banyak experience ya jadi dia lebih meng-guide sih. Dan ngasih suggestion, 'Oh untuk scene ini kayaknya bagusan kita gini deh,'" imbuhnya.

Samo pun memberikan pujian balik kepada Shanna. Ia menilai lawan mainnya itu memiliki kemampuan akting natural melalui tatapan mata.

"Shanna orangnya sangat terbuka sebenarnya kalau masalah perasaan. Meskipun kelihatannya diem, tapi ketika kita udah mulai gali bersama, dia lumayan membuka. Tanpa suara pun mata dia sudah menceritakan sesuatu. Jadi pas aku lihat itu, oh, ini kayaknya bisa nih," puji Samo.

| Baca Juga: Debut Layar Lebar Langsung Tokoh Utama di 'Dan Bandung', Shanna Shannon Sempat Nervous

Menjembatani Jarak Usia 11 Tahun

Perbedaan usia yang cukup jauh menjadi topik menarik dalam produksi film ini. Samo Rafael yang lahir pada tahun 1995 (Milenial) harus beradu peran dengan Shanna Shannon yang lahir pada tahun 2006 (Gen Z).

Meskipun terpaut 11 tahun, Samo mengaku tidak kesulitan masuk ke dunia anak muda zaman sekarang. Ia melakukan riset internal dengan mengingat kembali memori masa mudanya untuk menghidupkan karakter Basil yang berusia sekitar 20 atau 21 tahun.

"Karena karakter Basil sendiri itu bukan sosok yang menggebu-gebu seperti aku di dunia nyata, jadi aku harus bisa masuk ke dunianya Basil. Aku mencoba mengingat kembali masa-masa di usia itu, bagaimana rasanya jatuh cinta dan baper-bapernya di umur segitu. Rasanya jadi kayak balik ke masa lalu lagi,"jelasnya.

Metode Unik Memancing Air Mata

Samo mengungkapkan tantangan berat saat harus melakoni adegan-adegan emosional. Karakter Basil dituntut untuk menangis beberapa kali dengan latar belakang alasan yang berbeda-beda.

| Baca Juga: Gala Premiere Film ‘Dan Bandung’ Bikin Baper Jakarta! Setelahnya, Bandung Siap Dibuat Pecah

Namun, alih-alih merasa kesulitan, Samo mengaku emosi tersebut muncul secara organik berkat pengalaman personal dan gaya penyutradaraan Rudi Soedjarwo yang tidak mengekang.

"Aku sudah ngalamin semua (emosi itu), gitu. Jadi tinggal me-calling lagi rasa-rasa yang itu," ujar Samo.

Menariknya, Samo membeberkan bahwa Rudi Soedjarwo tidak memberikan instruksi yang berlebihan (overdirecting) untuk adegan menangis. Menurutnya, kebebasan yang diberikan sutradara justru menjadi kunci keberhasilannya dalam berakting.

"Kalau Om Rudi nih lucunya, paling efektif untuk bikin aku menangis sebagai director. Om Rudi tuh ke gua ya, 'Yaudah terserah lu deh Wo', gitu doang, tapi aku bisa menangis," ungkap Samo.

"Aku sebagai aktor kalau di-overdirect lumayan jadi kicep malah, kayak 'Aduh gimana ya'. Kalau Om Rudi mah serahin dulu deh, gitu lah pokoknya," tutup Samo. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: