VIVIA MEDIA — Isu terkait anak bukan sekadar investasi untuk masa depan bangsa. Di dalamnya ada persoalan kemanusiaan, martabat, hak, dan tanggung jawab orang dewasa untuk memastikan anak tumbuh aman, berdaya, dan memiliki hak berpendapat.

Bagi aktris sekaligus musisi Maudy Ayunda, ketika berbicara tentang masa depan bangsa, pembicaraan biasanya bergerak pada isu-isu besar seperti ekonomi, politik, pemerintahan, hingga geopolitik.

Maudy Ayunda tidak menampik pentingnya semua hal tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa ada satu fondasi yang kerap luput dari pembicaraan: manusia yang membentuk bangsa itu sendiri.

Dari perspektif itulah Maudy memandang persoalan anak. Menurut dia, perhatian terhadap anak memang dapat dilihat sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Anak adalah manusia yang sejak sekarang memiliki hak untuk hidup aman, mendapatkan pendidikan, memperoleh perlindungan, dan didengar.

| Baca Juga: Ajari Pola Hidup Sederhana, Tya Ariestya dan Suami Dukung Anaknya Belajar Berdagang

“Menurut aku, isu anak adalah isu kemanusiaan. Karena bangsa itu hanya sekuat dan seberempati manusia-manusianya," ujarnya dalam bincang-bincang tentang Festival Pahlawan Anak 2026 di Gandaria City Mall pada Kamis (13/8).

Cara pandang tersebut membuat Maudy melihat isu anak dari dua sisi sekaligus. Pada tingkat makro, pemenuhan hak anak merupakan fondasi untuk membangun bangsa yang kuat.

Anak yang mendapatkan pendidikan, tumbuh dengan aman, dan memiliki kesempatan untuk berkembang akan menjadi bagian dari masyarakat yang lebih berdaya.

Namun, pada tingkat yang lebih personal, seorang anak tidak perlu menunggu dewasa untuk mendapatkan hak-haknya. Ia memiliki hak untuk dihargai hari ini.

| Baca Juga: Kenalkan Seni Kepada Anak Sebagai Passion, Bukan Paksaan

“Pada saat manusianya bisa berelasi dengan baik, bisa berpikir dengan kritis, semuanya berdaya, punya human dignity dan mendapatkan hak-hak yang baik, itu sebenarnya menjadi foundational point untuk akhirnya membentuk sebuah bangsa menjadi bangsa yang kuat dan punya dignity,” kata Maudy.

Karena itu, menurut Maudy, seorang anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak, merasa aman, memiliki rumah yang aman dan stabil, serta berada dalam lingkungan orang dewasa yang mau mendengarkan dan menganggap keberadaannya penting.

1 2 3

Tags: