Sekolah dapat menjadi tempat yang memberikan rasa aman ketika seorang anak berada dalam situasi rentan. Dalam kondisi bencana atau keadaan darurat, misalnya, ekosistem pendidikan dapat menjadi ruang yang membantu mengumpulkan dan melindungi anak-anak.

| Baca Juga: Bekal Makan ke Sekolah Bisa Jadi Bahasa Cinta Orangtua untuk Anak

“Pendidikan itu juga bisa menjadi tempat perlindungan bagi seorang anak. Di situlah anak bertemu dengan orang dewasa yang mungkin mengonservasi mereka,” ujar Istri dari Jesse Jiseok Choi ini.

Bagi Maudy, persoalan anak juga tidak dapat dilepaskan dari bagaimana orang dewasa mengambil keputusan atas kehidupan mereka.

Ia menilai salah satu hal yang penting adalah memberikan kepada anak ruang untuk berbicara. Namun, memberikan ruang berbicara saja belum cukup. Suara anak harus memiliki kesempatan untuk memengaruhi keputusan.

Maudy menyebut pengalaman berinteraksi dengan anak-anak dari berbagai latar belakang.

| Baca Juga: Bersinar Sejak Kecil, Sherina Munaf Sebut Tidak Pernah Dipaksa Orangtuanya

Menurutnya, mereka memiliki gagasan, pandangan hidup, mimpi, dan ide tentang masa depan. Persoalannya adalah apakah suara tersebut benar-benar sampai kepada orang-orang yang memiliki kewenangan.

Karena itu, pelibatan anak harus dilakukan secara bermakna.

“Apakah akhirnya kita sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mereka bisa bersuara? Tapi pertanyaannya adalah apakah kesempatan itu bisa memberikan pengaruh?” kata Maudy. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: