Maudy Ayunda: Masa Depan Bangsa Dimulai dari Suara Anak yang Didengar
Persoalan tersebut tidak semestinya baru menjadi perhatian ketika anak sudah tumbuh menjadi bagian dari angkatan kerja, pemilih, atau pemimpin masa depan. Hak anak melekat sejak mereka masih kecil.
“Walaupun angle dari sisi bangsa atau investasinya itu penting, sebenarnya dari sisi mikro ini adalah isu kemanusiaan. Memberikan keamanan, memberikan pendidikan, memberikan perlindungan untuk anak itu penting juga dari sisi human dignity,” ujar perempuan kelahiran Jakarta, 19 Desember 1994 itu.
| Baca Juga: Main Game Bareng Bisa Jadi Jalan Mendekatkan Keluarga
Dengan demikian, jika ingin berbicara tentang masa depan bangsa, menurut dia, pembicaraan tersebut harus dimulai dari pemenuhan hak-hak dasar anak.
Salah satu hak yang mendapat perhatian besar dari Maudy adalah pendidikan. Baginya, pendidikan tidak berhenti pada persoalan akademik atau pencapaian nilai.

Sekolah merupakan salah satu ruang pertama ketika seorang anak mulai keluar dari lingkungan keluarganya. Karena itu, sekolah memiliki peran penting dalam membangun rasa aman sekaligus rasa memiliki dalam diri anak.
“Ruang pendidikan atau sekolah itu kan menjadi salah satu tempat pertama di mana seorang anak keluar dari lingkungan rumahnya. Area pertama di mana mungkin mulai berelasi dengan orang-orang dewasa lain, mulai berpartisipasi sebagai bagian dari masyarakat,” jelas Maudy.
| Baca Juga: Menemukan Bakat Anak, Orang Tua Bisa Lakukan 4 Langkah Sederhana Ini
Lebih dari itu, pendidikan memberikan anak kemampuan untuk memahami dunia di sekitarnya. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah dapat menjadi bekal bagi anak untuk berpikir kritis, memahami persoalan, mengambil keputusan, dan menentukan apa yang ingin dicapai.
“Pendidikan itu memberikan anak-anak tools dan resources untuk bisa membaca dan mengerti dunia sekitarnya,” ujar perempuan yang meraih gelar Magister untuk jurusan bisnis (M.B.A.) dan pendidikan (M.A.) dari Universitas Stanford, di Stanford, California, Amerika Serikat itu.
Dari kemampuan memahami dunia itulah rasa percaya diri dapat tumbuh. Anak tidak hanya merasa aman karena berada di lingkungan yang melindunginya, tetapi juga merasa memiliki kemampuan untuk menghadapi dunia.







