Sempat Diprediksi Hidup Hanya 12 Tahun, Pengidap Progeria Michiel Vandeweert Meninggal di Usia 28
Saat berusia 15 tahun, Michiel pernah menerbitkan memoar berjudul 'Ik Ben Michiel' atau 'I Am Michiel'.
Buku tersebut menceritakan pengalaman masa kecilnya sekaligus bagaimana ia menghadapi kenyataan bahwa hidupnya diperkirakan jauh lebih singkat.
| Baca Juga: Masih Ingat Bowo Alpenliebe? 'Suhu' TikTok Kini Jualan Donat Bareng Istri

Perjalanan Michiel kembali diperkenalkan kepada publik melalui dokumenter 'How To Be Alive: Amber and Michiel' yang dirilis pada 2026.
Dokumenter itu mengikuti kehidupan Michiel bersama adiknya, Amber Vandeweert, yang juga hidup dengan progeria.
Kabar kematiannya memunculkan banyak ucapan belasungkawa dari penggemar hingga komunitas di Belgia.
Klub sepak bola KRC Genk, yang dikenal sebagai klub favorit Michiel, turut menyampaikan penghormatan. Mereka menyebut keberanian dan sikap positifnya telah menginspirasi banyak orang.
| Baca Juga: Gagal 4 Kali, Bartlomiej Kubkowski Akhirnya Taklukkan Laut Baltik dalam 55 Jam
Apa Itu Progeria?
Dihimpun Vivia Media dari Mayo Clinic, Progeria atau Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGPS) merupakan kelainan genetik langka yang menyebabkan tubuh mengalami penuaan lebih cepat sejak masa kanak-kanak.
Gejalanya biasanya mulai terlihat pada usia 1–2 tahun, seperti pertumbuhan dan berat badan sulit bertambah, rambut rontok dan kulit keriput, lemak tubuh berkurang, kekakuan sendi, gangguan jantung dan pembuluh darah.
Progeria disebabkan oleh perubahan pada gen LMNA dan hingga kini belum memiliki obat yang dapat menyembuhkan.
Pengobatan berfokus pada mengurangi komplikasi, salah satunya dengan lonafarnib yang dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit. (*)







