Sempat Diprediksi Hidup Hanya 12 Tahun, Pengidap Progeria Michiel Vandeweert Meninggal di Usia 28
VIVIA MEDIA — Pengidap progeria asal Belgia, Michiel Vandeweert meninggal dunia di usia 28 tahun. Ia mematahkan vonis dokter yang memprediksinya hanya akan bertahan hidup hingga usia 12 tahun.
Dilansir Vivia Media dari VRT NWS, Jumat (14/8/2026), keluarga Michiel mengumumkan bahwa almarhum berpulang pada 10 Agustus 2026.
Namun hingga kabar tersebut diberitakan, penyebab kematiannya belum disampaikan secara spesifik kepada publik.
Michiel hidup jauh lebih lama dari perkiraan dokter. Saat masih kecil, ia diprediksi hanya akan bertahan hingga usia 12 tahun.
| Baca Juga: Cerita Margareta, Teman Maliya Finda, Pendaki yang Meninggal di Gunung Piramid
Kondisi tersebut berkaitan dengan progeria, yakni kelainan genetik langka yang menyebabkan proses penuaan berlangsung jauh lebih cepat.
Dilansir dari Mayo Clinic, progeria umumnya mulai menunjukkan tanda pada masa awal kehidupan.
Rata-rata harapan hidup penderitanya sekitar 15 tahun, meski sebagian orang dapat bertahan lebih lama hingga sekitar usia 20 tahun.
Bagikan Kehidupan Pengidap Progeria di Media Sosial
Alih-alih membiarkan kondisi tersebut membatasi kehidupannya, Michiel justru menjadikan pengalamannya sebagai bagian dari aktivitas di dunia digital.
| Baca Juga: 5 Tahun Kumpulkan Karya Anak, Putri Titian Sulap Hasil Kreativitas Jadi Pajangan Estetik
Ia aktif membagikan konten melalui Instagram, YouTube, dan Twitch. Selain bercerita mengenai kehidupan pengidap progeria, Michiel juga dikenal sebagai streamer yang membuat konten gaming.
Gabungan pengikutnya di berbagai platform bahkan mencapai lebih dari 90 ribu orang.
Saat berusia 15 tahun, Michiel pernah menerbitkan memoar berjudul 'Ik Ben Michiel' atau 'I Am Michiel'.
Buku tersebut menceritakan pengalaman masa kecilnya sekaligus bagaimana ia menghadapi kenyataan bahwa hidupnya diperkirakan jauh lebih singkat.
| Baca Juga: Masih Ingat Bowo Alpenliebe? 'Suhu' TikTok Kini Jualan Donat Bareng Istri

Perjalanan Michiel kembali diperkenalkan kepada publik melalui dokumenter 'How To Be Alive: Amber and Michiel' yang dirilis pada 2026.
Dokumenter itu mengikuti kehidupan Michiel bersama adiknya, Amber Vandeweert, yang juga hidup dengan progeria.
Kabar kematiannya memunculkan banyak ucapan belasungkawa dari penggemar hingga komunitas di Belgia.
Klub sepak bola KRC Genk, yang dikenal sebagai klub favorit Michiel, turut menyampaikan penghormatan. Mereka menyebut keberanian dan sikap positifnya telah menginspirasi banyak orang.
| Baca Juga: Gagal 4 Kali, Bartlomiej Kubkowski Akhirnya Taklukkan Laut Baltik dalam 55 Jam
Apa Itu Progeria?
Dihimpun Vivia Media dari Mayo Clinic, Progeria atau Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGPS) merupakan kelainan genetik langka yang menyebabkan tubuh mengalami penuaan lebih cepat sejak masa kanak-kanak.
Gejalanya biasanya mulai terlihat pada usia 1–2 tahun, seperti pertumbuhan dan berat badan sulit bertambah, rambut rontok dan kulit keriput, lemak tubuh berkurang, kekakuan sendi, gangguan jantung dan pembuluh darah.
Progeria disebabkan oleh perubahan pada gen LMNA dan hingga kini belum memiliki obat yang dapat menyembuhkan.
Pengobatan berfokus pada mengurangi komplikasi, salah satunya dengan lonafarnib yang dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit. (*)







