VIVIA MEDIA — Seorang ibu bernama Agnes Afrida, warga Desa Lenandareta, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, NTT, harus berjuang melahirkan anak ketiganya di tengah situasi darurat. Hal itu terjadi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

Saat gempa terjadi, Agnes tengah berada di ruang persalinan Puskesmas Paga dan sudah memasuki fase pembukaan lengkap. Situasi itu membuat proses melahirkan tak bisa ditunda.

Kepala Puskesmas Paga, Gabriel Pelo Panditi, membenarkan kejadian tersebut sekaligus menjelaskan langkah cepat yang diambil timnya.

“Jadi dievakuasi ke tempat yang lebih aman, kondisi sekarang sudah melahirkan dengan selamat,” kata Gabriel, Sabtu.

| Baca Juga: 14 Korban Tewas Akibat Gempa NTT, BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami

Demi keselamatan ibu dan bayi dari risiko bangunan roboh akibat gempa susulan, tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Paga segera mengevakuasi Agnes ke halaman Taman Kanak-Kanak (TK) Poli Pawe Alvarez Paga yang berjarak tak jauh dari puskesmas.

Ruang Bersalin Darurat di Ruang Terbuka

Di lapangan terbuka itu, para nakes bergerak taktis mendirikan ruang bersalin darurat. Kain penutup dibentangkan untuk menjaga privasi pasien. Sebuah mobil truk milik warga sekitar ikut diparkir melintang sebagai tameng angin sekaligus pembatas visual.

Untuk memastikan proses tetap steril di tengah keterbatasan, tim medis akhirnya memutuskan menjadikan bagian dalam mobil ambulans Puskesmas Paga sebagai ranjang persalinan darurat.

Di atas ambulans itulah, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 09.02 WITA, Agnes akhirnya melahirkan bayi perempuan secara normal dengan berat 3,6 kilogram, di tengah ketegangan ancaman gempa susulan.

| Baca Juga: Peringati HUT RI ke-81, Merah Putih Dikibarkan Bareng Hiu Paus di Teluk Cendrawasih Nabire

Setelah persalinan, Agnes dan bayinya belum langsung dipindahkan ke ruang perawatan di dalam gedung Puskesmas Paga. Langkah ini sengaja diambil untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan yang masih berpotensi terjadi.

1 2

Tags: