Dari Momen di Tengah Konser menjadi Nada: Begini Cara Sal Priadi Menangkap Inspirasi Lagu
VIVIA MEDIA — Di tengah ribuan penonton di sebuah konser Sheila On 7, perhatian Sal Priadi justru tertuju pada satu hal kecil. Ia melihat sepasang kekasih yang berpelukan sepanjang pertunjukan, seolah sedang menikmati konser terakhir dalam hidup mereka.
Pemandangan itu mungkin hanya lewat begitu saja bagi orang lain. Tapi bagi musisi kelahiran Malang, 30 April 1992 itu, ada emosi yang tertinggal dan layak dibawa pulang.
“Itu adalah sesuatu dan emosi yang bisa saya rasakan dan proses setibanya di rumah dan menjadikan itu sebuah lagu,” ujarnya di sela-sela kampanye Buat Kami, Kamu Semua Istimewa dari IM3 di kawasan GBK Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Begitulah cara kerja Sal Priadi selama ini dalam menciptakan karya. Memperhatikan momen lebih dulu, baru menulis kemudian. Baginya, inspirasi jarang datang dari sosok tertentu, melainkan dari momen dan perasaan yang tertangkap sekilas.
| Baca Juga: Aruma Bercerita Tentang Cinta, harapan dan Pilihan di Lagu 'Jalan Buntu'
“Seringnya inspirasi saya bukan ‘siapa’ tapi ‘apa’ atau ‘bagaimana’. Seperti ketika mendengarkan cerita orang lain, saya akan memproses emosi dan menulis lirik dari hal tersebut,” katanya.
Nada yang Tersimpan di Ponsel
Selain dari cerita dan emosi orang lain, nada bagi Sal juga bisa datang kapan saja. Misalnya saat berjalan kaki, di dalam mobil, atau ketika berkumpul bersama teman. Begitu menemukan nada yang menarik, ia segera merekamnya lewat ponsel.
“Ketika saya mendengar nada yang menarik, saya akan merekamnya di ponsel, ada banyak nada yang tersimpan di ponsel saya,” ujarnya.
Tidak ada formula tetap dalam proses kreatifnya. Kadang lirik lahir lebih dulu sebelum nada ditemukan, kadang sebaliknya. Bahkan ide untuk artwork terkadang baru muncul setelah sebuah lagu selesai digarap.
| Baca Juga: Ziva Magnolya Jalani Debut Film Layar Lebar di Ayah, Aku Mau Cerita
Sal juga kerap menulis beberapa lagu dalam periode yang sama, lalu menyimpannya hingga menemukan waktu yang tepat untuk dirilis. Sebuah kebiasaan yang ia sebut sebagai capsule collection.







