Kisah Ferdinandes Korban Gempa NTT: Jalan Kaki Berkilo-kilo demi Pulang Temui Keluarga
VIVIA MEDIA — Kerusakan infrastruktur seperti rumah warga terjadi secara masif akibat gempa yang baru saja melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibat kerusakan itu, tidak sedikit warga di sejumlah wilayah NTT tetap memilih bertahan hidup di sekitar rumahnya, sambil menunggu uluran bantuan.
Hingga hari ketiga pascagempa bumi yang terjadi pada 16 Agustus 2026, keluarga Ferdinandes bersama keluarga besar tinggal di sebuah lahan kosong sekitar 500 meter dari rumahnya. Mereka adalah warga Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, salah satu wilayah yang terdampak gempa berkekuatan 7,7 magnitudo tersebut.
Akibat rumahnya rusak, Ferdi mendirikan sebuah tenda beratap terpal. Tenda itu ditempati oleh dua keluarga. Istri bersama lima orang anaknya yang sudah memasuki usia remaja, dan satu keluarga adiknya yang terdiri dari tiga orang.
Di Reok, dilaporkan sebanyak 25 orang meninggal dunia, sebanyak 442 orang orang mengalami luka berat. Ribuan rumah hancur. Kediaman Ferdi, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir travel di kota Ruteng, adalah salah satunya.
| Baca Juga: Bayi Perempuan Lahir di Atas Ambulans Saat Gempa NTT, Diberi Nama 'Gempita'
Istrinya tinggal di kampung bersama 4 orang anaknya, sementara si sulung yang duduk di bangku SMA tinggal di Ruteng bersama Ferdi. Ferdi dan anaknya pulang seminggu sekali, jika sudah mempunyai uang.
Jarak antara Ruteng dan Reok sekitar 50 kilometer. Reok terletak dipantai utara sedang Ruteng merupakan ibukota kabupaten Manggarai.
Tidak ada firasat, Ferdi dan putranya, Rikardus Ovan, pagi-pagi sudah bersiap-siap untuk melakukan aktivitas. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh getaran gempa.
Getaran gempa itu awalnya dirasakan pelan, lalu berhenti beberapa saat. Mendadak, gempa datang dengan getaran yang sangat kuat. Orang-orang berhamburan keluar rumah sambil berteriak-teriak karena gempa.
| Baca Juga: Gempa Kolombia: Seorang Perempuan Diselamatkan Setelah 30 Jam Tertimbun Reruntuhan
Mobil-mobil yang terparkir terlihat bergoyang, meliuk-liuk terkena gelombang gempa.
“Jam 6 pagi kurang 5 menit, gempa kecil, langsung disusul kekuatan kuat,” ucap Ferdi melalui sambungan telepon dengan Vivia Media, Selasa (18/8/2026).







