Nyeri Lutut Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Gangguan Fungsi Sendi
VIVIA MEDIA — Nyeri lutut setelah beraktivitas kerap dianggap sebagai keluhan biasa, terlebih ketika usia mulai bertambah. Padahal, rasa sakit maupun penurunan kemampuan bergerak bisa menjadi tanda adanya gangguan pada fungsi sendi yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Dokter Spesialis Ortopedi dr. Andito Wibisono, Sp.OT, Subsp. PL, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan lutut yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menurut dr. Andito, gangguan lutut tidak selalu ditandai dengan rasa sakit. Penurunan kemampuan berjalan atau beraktivitas juga dapat menjadi sinyal bahwa fungsi sendi mulai mengalami masalah.
“Yang paling utama munculnya sakit, ada yang gangguan fungsi,” ujar dr. Andito saat peluncuran ROSA Robotic Surgical Assistant di RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan.
| Baca Juga: Mendengarkan Sinyal Tubuh: Kunci Deteksi Dini Kanker dan TBC
Ia mencontohkan, seseorang bisa saja tidak merasakan nyeri berarti, tetapi kemampuan berjalannya menurun drastis. Misalnya, baru berjalan sekitar 100 meter sudah merasa perlu berhenti dan duduk.
“Jalan jadi tidak kuat. Tidak sakit, tapi jarak tempuhnya baru jalan 100 meter sudah pengin duduk,” katanya.
Dalam menentukan penanganan gangguan lutut, dr. Andito menilai kondisi pasien perlu dilihat secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan pencitraan seperti rontgen memang penting, tetapi bukan satu-satunya dasar untuk menentukan apakah seseorang membutuhkan operasi.
Ia memberikan contoh pasien yang hasil rontgennya menunjukkan perubahan bentuk kaki, tetapi masih mampu berjalan dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.
| Baca Juga: Mata Bayi Menyala Seperti Kucing Saat Difoto? Bisa Jadi Tanda Awal Retinoblastoma
“Dia bilang secara rontgen harus dioperasi. Tapi fungsinya masih baik, ya tidak saya operasi,” ujarnya.
Sebaliknya, pasien dengan gambaran kerusakan sendi yang belum terlalu berat tetap dapat membutuhkan penanganan apabila mengalami nyeri, pembengkakan, atau gangguan fungsi yang berlangsung terus-menerus.







