Tak Sekadar Murah, Ini Pertimbangan Tasya Kamila Saat Memilih Produk untuk Keluarga
VIVIA MEDIA — Bagi Tasya Kamila, memilih perlengkapan rumah tangga bukan perkara sepele. Sebagai ibu sekaligus public figure, ia menyadari bahwa barang-barang yang digunakan keluarga setiap hari perlu dipilih dengan cermat, terutama yang menyangkut kebutuhan anak.
Barang-barang seperti talenan, piring, mangkuk, gelas, hingga keset menjadi beberapa contoh barang yang menurutnya perlu diperhatikan dari sisi material, keamanan, kenyamanan, dan daya tahan. Bukan sekadar soal harga murah.
“Buatku, belanja kebutuhan rumah tangga bukan soal mana yang paling murah, tapi memilih produk yang berkualitas dan memang dibutuhkan keluarga. Aku senang karena sekarang semakin banyak produk buatan Indonesia yang kualitasnya bagus dan mudah ditemukan di gerai perlengkapan rumah tangga. Mulai dari perlengkapan dapur, mainan anak, sampai berbagai kebutuhan rumah, semuanya ada di satu tempat,” ujar Tasya.
Pandangan itu muncul bersamaan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada Agustus 2026, isu penggunaan produk dalam negeri turut diangkat lewat kampanye Proudly Local, yang menyoroti keberadaan produk lokal untuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan keseharian.
| Baca Juga: Ajari Pola Hidup Sederhana, Tya Ariestya dan Suami Dukung Anaknya Belajar Berdagang
Bagi Tasya, semakin mudahnya menemukan produk buatan Indonesia membuat pilihan tersebut terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan produk lokal bukan lagi sekadar pilihan kedua.
“Produk lokal itu bukan pilihan kedua. Sekarang banyak produk buatan Indonesia yang kualitasnya nggak kalah, malah harganya jauh lebih bersahabat,” kata Tasya.
Menurutnya, momentum kemerdekaan bisa jadi titik awal membangun kebiasaan baru dalam berbelanja, salah satunya dengan lebih dulu mengecek asal produk sebelum menentukan pilihan.
Kebiasaan itu terlihat mulai dari meja makan. Bagi Tasya, makan bersama bukan sekadar rutinitas, melainkan momen penting untuk menjaga kebersamaan keluarga.
| Baca Juga: Ternyata Bukan Lagi Diskon! Ini yang Kini Diburu Konsumen Saat Belanja
Karena itu, ia senang menyiapkan peralatan makan secara lengkap saat keluarga berkumpul seperti piring, mangkuk, gelas berdesain menarik, hingga satu set mangkuk untuk menyajikan minuman atau camilan. Dalam memilih peralatan makan, ia tak hanya melihat bentuk dan harga, tetapi juga kesesuaiannya dengan kebutuhan keluarga sehari-hari.
Perhatian yang sama berlanjut ke kamar mandi. Handuk dan bath mat menjadi dua perlengkapan yang menurutnya perlu diperhatikan, terutama karena dipakai langsung oleh kedua anaknya.
Ia memilih produk dalam negeri berbahan lembut dengan daya serap baik, sekaligus menilai bath mat punya fungsi praktis menjaga lantai tetap kering. Fungsi itu menjadi hal yang krusial di rumah dengan anak kecil yang aktif bergerak.
Pertimbangan Tasya juga terlihat saat memilih mainan. Ia selalu mengajak anak-anaknya terlibat langsung.
| Baca Juga: Jangan Asal Checkout! Abel Cantika Bongkar Cara Jadi Smart Shopper
Aktivitas mencari mainan itu menjadi momen bonding sekaligus kesempatan memahami apa yang disukai anak-anaknya. Salah satu pilihan favorit mereka adalah boneka dengan beragam bentuk dan desain, dengan bahan lembut yang membuatnya aman untuk sering dipeluk.
Di dapur, kesibukan sebagai ibu dan public figure tak menghalangi Tasya untuk tetap mengeksplorasi memasak berbagai menu ketika ada waktu luang.
Dalam memilih peralatan dapur, ia mempertimbangkan fungsi sekaligus bahan dan kenyamanan penggunaan: talenan kayu jadi pilihannya karena tidak membuat pisau cepat tumpul, sementara spatula kayu dipilih karena nyaman digenggam untuk memasak sehari-hari.
Perhatian terhadap produk lokal itu merambah pula ke barang-barang keseharian seperti kotak penyimpanan dan sandal. Untuk sandal, ia memilih produk dalam negeri yang ringan dan nyaman dipakai, baik saat beraktivitas di rumah maupun ketika bepergian.
| Baca Juga: Main Game Bareng Bisa Jadi Jalan Mendekatkan Keluarga
Kampanye Proudly Local sendiri hadir sebagai upaya memperluas akses pasar bagi produk buatan Indonesia agar bisa lebih mudah bertemu konsumen.
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, menyebut semakin luas akses pasar sebuah produk, semakin besar pula peluangnya untuk terus berkembang dan menghadirkan lebih banyak produk buatan Indonesia kepada masyarakat.
Bagi Tasya, pada akhirnya pilihan terhadap produk lokal tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kebiasaan itu bisa tumbuh dari rumah, dari barang yang dipakai setiap hari, dan dari keputusan sederhana saat berbelanja. (*)







