VIVIA MEDIA — Prestasi demi prestasi terus ditorehkan Parama Hansa Abhipraya, anak berprestasi pemegang Rekor MURI yang dikenal memiliki kemampuan di berbagai bidang. Kali ini, Parama mencuri perhatian lewat olahraga menembak dengan memborong tiga penghargaan sekaligus dalam Merdeka Cup 2026.

Capaian tersebut diraih Parama yang baru berusia 8 tahun dan baru mengenal olahraga menembak sekitar dua bulan sebelum mengikuti kompetisi.

Dalam ajang yang diselenggarakan PBM Shooting Club di bawah naungan PERBAKIN tersebut, Parama berhasil meraih Champion KU-9, Runner Up KU-12, serta penghargaan Rising Shooting Star.

Pencapaian ini menjadi warna baru dalam perjalanan Parama yang sebelumnya telah menorehkan prestasi di sejumlah bidang, mulai dari matematika, musik, catur, literasi hingga budaya.

| Baca Juga: Mengenal Antea Turk, Keturunan Kakak WR Soepratman yang Bawakan 'Indonesia Raya' Versi 1928

Merdeka Cup 2026 digelar pada 16 Agustus 2026 sebagai salah satu ajang kompetisi sekaligus pembinaan atlet muda olahraga menembak. Kompetisi itu digelar sekaligus untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kompetisi tersebut mempertandingkan empat kategori, yakni KU-9, KU-12, KU-17 Rifle, dan KU-17 Pistol. Ajang ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi, termasuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Bagi Parama, keberhasilannya bukan sekadar soal membawa pulang piala. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa proses belajar, keberanian mencoba bidang baru, serta latihan yang konsisten dapat membuka peluang untuk berprestasi.

Perjalanan singkat Parama di olahraga menembak juga sejalan dengan semangat yang dikembangkan PBM Shooting Club. Klub tersebut menilai bahwa olahraga menembak bukan cabang yang hanya mengandalkan bakat.

| Baca Juga: Peringati HUT RI ke-81, Merah Putih Dikibarkan Bareng Hiu Paus di Teluk Cendrawasih Nabire

Konsistensi dan latihan rutin menjadi faktor penting dalam membangun kemampuan seorang atlet.

PBM Shooting Club memiliki sejarah panjang dalam pembinaan olahraga menembak. Klub yang berdiri sejak 17 Februari 1999 itu awalnya berangkat dari kegiatan menembak para security Plaza Blok M.

Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi klub menembak di DKI Jakarta yang berorientasi pada prestasi. Ketua klub juga merupakan bagian dari kepengurusan PERBAKIN DKI.

Salah satu misi PBM Shooting Club adalah memasyarakatkan olahraga menembak, khususnya tembak target, sekaligus mencetak bibit-bibit atlet muda.

| Baca Juga: Gagal 4 Kali, Bartlomiej Kubkowski Akhirnya Taklukkan Laut Baltik dalam 55 Jam

Bagi klub tersebut, memperkenalkan olahraga menembak sejak usia dini memiliki sejumlah manfaat. Selain berorientasi pada prestasi olahraga, latihan menembak dapat membantu anak melatih fokus, konsentrasi, kedisiplinan, ketenangan, dan kepercayaan diri.

Perjalanan Parama menjadi salah satu contoh bagaimana anak dapat berkembang ketika diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi bidang baru.

Dari Matematika, Piano, Catur hingga Menembak

Tiga penghargaan di Merdeka Cup 2026 semakin melengkapi rekam jejak Parama sebagai anak multitalenta. Sebelum menekuni olahraga menembak, Parama telah dikenal lewat berbagai prestasi akademik dan nonakademik.

Di bidang matematika, ia meraih sejumlah gelar dalam olimpiade tingkat nasional hingga internasional. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah menjadi World Star Champion Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) 2025.

| Baca Juga: Multitalenta, Parama Hansa Bocah Peraih MURI Tampil Jadi Drummer di Momen Hari Anak Nasional 2026

Kemampuan Parama di bidang musik juga tidak kalah mencuri perhatian. Sebagai pianis muda, ia berhasil meraih 2nd Silver Trophy dalam kompetisi Piano Golden Lion Singapore 2026.

Tidak berhenti di piano, Parama juga mengeksplorasi musik melalui drum. Ia bergabung dengan Komunitas Main Drum Bareng (MDB) asuhan Yoiqbal dan sempat tampil bermain drum dalam dua acara pada Juli 2026, yakni Boss Vol 2 Kiss FM dan Kayar Pentas Ceria Anak persembahan detikPop.

Di bidang catur, prestasi Parama juga terus berkembang. Ia berhasil meraih Best KU-7 Tournament Catur DKI Jakarta serta Fourth Place Kuala Lumpur Chess Championship.

Sementara di bidang literasi dan budaya, Parama tengah menulis buku dan beberapa kali tampil sebagai dalang wayang.

| Baca Juga: Perjuangan Esau Sidemo: 26 Hari Hanyut di Samudra Pasifik Hingga Dievakuasi Kapal Prancis

Rangkaian prestasi tersebut kemudian mengantarkan Parama meraih penghargaan Rekor MURI sebagai anak dengan prestasi lintas disiplin terbanyak.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Jaya Suprana dan Aylawati Sarwono dari MURI, sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaiannya di berbagai bidang.

Tiga penghargaan yang diraihnya dalam Merdeka Cup 2026 sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan seorang anak tidak harus dibatasi hanya pada satu bidang. Kesempatan mencoba, dukungan lingkungan, kemauan belajar, serta latihan yang konsisten dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan potensi. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: