VIVIA MEDIA — Penyanyi Yuni Shara sering dipuji karena tetap terlihat bugar, cantik, dan awet muda di usianya yang kini 54 tahun. Banyak orang penasaran bagaimana kakak dari Kris Dayanti tersebut mampu mempertahankan tubuh yang bugar serta wajah yang tetap memancarkan pesona alami.

Bagi Yuni Shara, mencapai usia kepala lima adalah sebuah berkah yang patut disyukuri. Ia merasa kesehatan dan eksistensinya di dunia hiburan merupakan bentuk kepercayaan besar yang harus dijaga dengan memberikan penampilan terbaik bagi audiensnya.

"Alhamdulillah, saya masih berdiri di sini dalam keadaan sehat walafiat. Saya masih bisa bekerja di industri rekaman, masih bisa berdiri di panggung-panggung acara yang baik," kata Yuni Shara saat hadir sebagai Brand Ambassador Oligio X Xpert Meeting pada Wave Jakarta 2026 di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Masih tetap eksis di industri hiburan tanah air lebih dari tiga dekade, diakui Yuni, juga menuntut tanggung jawab lebih.

| Baca Juga: Sering Terlewat, Ini Alasan Leher Wajib Dirawat Agar Tidak Keriput Dini

"Itu adalah kepercayaan yang diberikan orang kepada saya, dan saya harus menjaga kepercayaan itu dengan tetap tampil maksimal," sambung Yuni.

Pengakuan Terlambat Merawat Kulit dan Trauma Jarum Suntik

Secara jujur, Yuni mengakui bahwa dirinya termasuk orang yang terlambat dalam memulai perawatan kulit secara rutin. Bahkan ia mengaku baru mulai menggunakan pelindung matahari atau sunscreen di usia kepala lima karena alasan kenyamanan.

"Saya termasuk yang terlambat menjaga kulit. Bayangkan, saya baru pakai sunscreen saja di usia 50 tahun. Dulu saya merasa pakai sunscreen itu lengket, jadi saya tidak suka," ungkapnya.

Namun, seiring bertambahnya usia, ia menyadari adanya penurunan elastisitas kulit yang ia ibaratkan seperti mesin mobil. Dalam hal perawatan medis, Yuni memilih prosedur non-invasif karena ketakutannya terhadap jarum suntik.

| Baca Juga: Tak Perlu Skincare Mahal, 5 Bahan Dapur Ini Bisa Jadi Masker Wajah DIY

"Sekarang dengan adanya teknologi perawatan yang bagus, ada skin booster dan lain-lain, saya lebih memilih yang tanpa jarum seperti Oligio X ini. Saya tidak bisa membayangkan kalau muka harus disuntik-suntik banyak jarum, pasti sakit sekali," tegas pelantun lagu '50 Tahun Lagi' tersebut.

Alasan utama Yuni memilih perawatan yang menggunakan teknologi Radio Frequency (RF) adalah untuk membantu proses collagen remodeling dan neocollagenesis, serta faktor kenyamanan dengan hasil yang instan tanpa waktu pemulihan (downtime).

Pemilik nama lengkap Wahyuni Setyaning Budi ini menghindari segala bentuk perawatan yang menimbulkan rasa trauma secara psikologis.

"Kalau sesuatu itu menyakitkan, di otak kecil kita akan timbul trauma atau rasa takut untuk melakukannya lagi. Tapi kalau tidak sakit, kita akan dengan senang hati melakukannya secara rutin," tuturnya.

| Baca Juga: Tak Menua! Potret Prewedding Jun Ji Hyun dari 14 Tahun Lalu Bikin Terpukau

Yuni menjelaskan bahwa teknologi ini sangat membantunya yang masih aktif bekerja di layar kaca. Apalagi setelahnya ia bisa langsung make up dan kembali kerja.

"Wajah terasa seperti di-facelift. Karena sampai detik ini saya belum terpikir untuk melakukan operasi face lift, jadi saya memilih perawatan yang bisa dilakukan sebelum melangkah ke arah sana," tambah Yuni.

Dalam prosedurnya, Yuni memfokuskan perawatan pada area-area yang mulai menunjukkan tanda penuaan, terutama di area sekitar pipi dan leher.

"Sebenarnya tidak ada yang 'diperbaiki' secara ekstrem, tapi lebih ke perawatan untuk membuat wajah lebih lift up (terangkat). Perawatan ini juga merangsang pertumbuhan kolagen agar kulit kita lebih lembab dan sehat," paparnya.

| Baca Juga: Jangan Langsung Dibuang, Ini Manfaat Air Beras untuk Rambut yang Jarang Diketahui

Terapkan Pola Hidup Sehat Sejak Bangun Tidur

Di luar perawatan klinik, Yuni menjalani pola hidup sehat. Pelantun lagu 'Mengapa Tiada Maaf', ini bahkan memulainya sejak ia bangun tidur di pagi hari.

"Kegiatan pagi hari saya itu seperti kegiatan 'luxury'. Mungkin orang menganggapnya biasa. Tapi saya senang sekali pagi-pagi menyiram tanaman, melakukan grounding (berjalan tanpa alas kaki di tanah), berkomunikasi dengan tanaman-tanaman saya," jelas Yuni.

Setelah itu ia melakukan olah raga rutin pilates lalu sarapan pagi dengan menu secangkir kopi hitam, makan telur rebus tiga perempat matang dan buah-buahan. Ia juga mengkonsumsi jamu seperti kunyit asam dan beras kencur.

"Di rumah saya masih suka pakai air rebusan daun sirih juga suka pakai masker lidah buaya," ujar ibu dua anak ini.

| Baca Juga: Cara Mengolah Ampas Kopi Menjadi Skincare Kaya Manfaat

Kesehatan Mental dan Kunci Penerimaan Diri

Selain perawatan fisik, Yuni menekankan bahwa kecantikan sangat dipengaruhi oleh kesehatan mental. Dia menyoroti bagaimana media sosial seringkali menjadi beban mental jika seseorang terus membandingkan hidupnya dengan orang lain. Menurutnya, kebahagiaan sejati dimulai dari kemampuan menerima proses penuaan secara alami.

"Kalau kita terus membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain, kita pasti akan merasa lelah. Apalagi kalau lihat media sosial terus-menerus. Kita tidak tahu apa yang ditampilkan di medsos itu sudah dikurasi, sudah diedit, dipilih yang bagus-bagus saja," jelasnya.

Pelantun lagu 'Hilang Permataku' ini menambahkan bahwa keresahan akan penuaan tidak akan muncul jika seseorang sudah berdamai dengan kondisinya.

"Jadi, kunci utamanya adalah menerima. Menerima bahwa usia kita sudah segini, akan muncul kerutan, akan ada perubahan hormonal, itu tidak bisa dipungkiri. Begitu kita menerima, kita tidak akan merasa resah atau terus mengeluh," tutup Yuni. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: