Gantikan Peran Mendiang Suami, Istri Ahmad Zaki Ali Lepas Tim Gerak Bareng ke NTT
VIVIA MEDIA — Ulaifah, istri mendiang Ahmad Zaki Ali, tampil menggantikan peran suaminya untuk melepas keberangkatan tim relawan Gerak Bareng yang akan melanjutkan aksi kemanusiaan pascagempa menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026).
Biasanya, Zaki sendiri yang selalu memimpin dan mendampingi setiap rombongan relawan sebelum bertugas. Kini, tugas itu jatuh ke tangan sang istri, setelah suaminya meninggal dunia karena serangan jantung pada 21 Agustus lalu, tepat di tengah misi kemanusiaan membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur.
“Terasa berat saja, terkenang, biasanya kalau setiap tim yang berangkat mereka didampingi abang. Sekarang saya yang antarkan teman-teman,” ujar Ulaifah kepada Vivia Media.
Tiga relawan, yakni Riski Andriansyah, Ustad Budi, dan Agil, hari ini diberangkatkan ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk melanjutkan tugas yang selama ini dipegang Zaki selaku koordinator relawan Gerak Bareng.
| Baca Juga: Kisah Ferdinandes Korban Gempa NTT: Jalan Kaki Berkilo-kilo demi Pulang Temui Keluarga
Mereka akan meneruskan misi kemanusiaan menyalurkan bantuan bagi korban gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang meluluhlantakkan NTT pada 20 Agustus 2026, sekaligus membantu para penyintas yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Sebelum berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta, ketiga relawan lebih dulu berziarah ke makam Zaki di TPU Sukabumi Selatan, Jakarta Barat. Ulaifah turut mendampingi ziarah tersebut.
Akhiri Masa Berkabung, Lanjutkan Perjuangan Zaki
Menurut Ulaifah, setelah melewati masa berkabung selama enam hari, para relawan Gerak Bareng sudah bertekad melanjutkan perjuangan yang telah dirintis oleh Zaki semasa hidupnya.
“Karena abang sudah tiada, teman-teman memutuskan akan terus melanjutkan kebaikan yang sudah dilakukan selama ini. Melakukan apa saja untuk membantu korban yang tertimpa bencana gempa di NTT,” kata dia.
| Baca Juga: Terdampak Gempa NTT, Ibu Kandung Betrand Peto Mengungsi di Tenda
Ia berharap kehadiran tim dari Jakarta bisa meringankan beban relawan lokal yang lebih dulu bergerak di lapangan. Rombongan kali ini dipimpin oleh Riski Andriansyah, sosok yang sejak tiga bulan sebelum kepergian Zaki sudah dititipi pesan untuk meneruskan perjuangan kemanusiaan tersebut apabila terjadi sesuatu pada dirinya.
Sepanjang hidupnya, Zaki dikenal sebagai pribadi yang tangguh, ceria, dan tulus, yang selalu memilih berada di barisan terdepan setiap kali ada sesama yang membutuhkan pertolongan.
Sebelum berpulang, ia sempat menyiarkan langsung kegiatan penyaluran bantuan di akun Instagram pribadinya dari Flores, sembari menyelipkan pesan tentang pentingnya menjaga kepedulian terhadap sesama, pesan yang kini menjadi warisan bagi para relawan kemanusiaan.
Iyan, salah seorang kerabat sekaligus rekan relawan Zaki, mengenang sosok tersebut sebagai figur yang selalu berada di depan dalam setiap aksi kemanusiaan. Ia bercerita, ketertarikannya bergabung bermula dari kegigihan Zaki mengumpulkan anak-anak jalanan untuk diajak kembali ke jalan kebaikan, termasuk mengajak mereka mengaji dan belajar agama.
| Baca Juga: Skandal Polisi di Jeju: Dari Ratusan Laporan Orang Hilang Hingga Rentetan Penemuan 4 Jenazah
“Zaki selalu berada di depan,” ujar Iyan.
Selain aktif merespons bencana, Zaki juga dikenal rutin membagikan beras kepada masyarakat duafa di pinggiran Jakarta dalam kondisi normal. Iyan sendiri mulai bergabung sebagai relawan sejak 2017 dan resmi menjadi bagian dari Gerak Bareng pada 2024.
Iyan tidak ikut dalam rombongan yang berangkat ke NTT kali ini karena tengah fokus menyelesaikan pembangunan rumah tahfiz di Muara Kamal, Jakarta Barat. Namun, ia menegaskan kesiapannya untuk kembali turun ke lapangan kapan pun dibutuhkan.
Seminggu sebelum keberangkatannya ke NTT, Zaki disebut sempat mengontrol seluruh kegiatan yang telah dipercayakan kepada para relawan. “Dia minta semua pekerjaan dipercepat. Dia ingin semua cepat selesai,” tutup Iyan. (*)







