Baskara Mahendra Ubah Cara Jalan dan Hitamkan Kulit Demi Peran Film Lobang Buaya
"Tahun '65 kan memang kita tidak mendapatkan itu di buku paket ya. Jadi cerita di film ini seperti obrolan di tongkrongan. Kayak siapa sih sebenarnya dalangnya, ini tuh apa sih sebenarnya yang terjadi, kenapa banyak banget ditutup-tutupin, kenapa dulu pas zaman kita sekolah setiap tanggal 30 harus nonton filmnya, "beber Baskara.
Ia juga menyoroti cara unik Hanung Bramantyo dalam menyampaikan kritik dan teorinya mengenai sejarah melalui elemen horor. Alih-alih menunjuk langsung pada figur politik tertentu, Hanung menggunakan personifikasi "setan" sebagai simbol penggerak kejahatan.
"Mas Hanung mungkin juga sadar betul enggak bisa membuat teorinya soal apa yang terjadi, jadi menggunakan setan untuk menjadi dalangnya. Makanya waktu pertama baca sinopsisnya, saya penasaran Mas Hanung mau nyalahin siapa nih di sini?," pungkasnya. (*)







