Meta Bayar Ganti Rugi Rp319 Triliun, Terbukti Bikin Anak Kecanduan Instagram dan Facebook
Seorang saksi kunci bernama Arturo Bejar, mantan karyawan Facebook sekaligus whistleblower (orang yang melaporkan pelanggaran), menyebut bahwa Meta menerapkan strategi ‘dont ask, dont tell’.
Kalimat itu berarti, mereka tidak boleh bertanya atau memberitahu informasi apa pun terkait keselamatan anak-anak di platform mereka.
Bejar juga menyebut, Mark Zuckerberg selama ini menyebarkan narasi yang keliru menyangkut platform media sosial miliknya di depan publik.
| Baca Juga: Dikira Kakek dan Cucu, Pasangan Beda Usia 48 Tahun Ini Ungkap Rahasia Rumah Tangga Harmonis
“Saya rasa dia menciptakan kesan yang keliru dan menyesatkan mengenai komitmen Facebook terhadap kamu muda,” kata Bejar seperti dikutip dari The Guardian.
Meta Akan Rombak Fitur Khusus Anak
Bukan hanya membayar biaya kesepakatan, Meta juga diperintahkan oleh pengadilan untuk merombak total sistem Facebook dan Instagram untuk anak. Berikut ini adalah putusan yang ditetapkan oleh majelis hakim.
1. Night mode alias mode malam. Notifikasi akan dimatikan otomatis mulai pukul 12 dini hari hingga 6 pagi. Fitur itu bisa dimatikan oleh orangtua/wali.
2. School mode atau mode sekolah. Notifikasi akan dibisujan selama jam sekolah, yaitu pukul 08.00 hingga 15.00.
3. Batas waktu harian. Penggunaan aplikasi untuk pengguna anak akan dibatasi maksimal 2 jam dalam sehari. Durasi tersebut bisa berkurang menjadi 1 jam jika platform lain, seperti TikTok dan YouTube menerapkan aturan serupa.
4. Peringatan durasi akses. Pengguna akan mendapatkan peringatan jika terbaca oleh sistem melakukan scroll terus-menerus selama 15 menit. Notifikasi peringatan juga akan muncul saat durasi akumulasi penggunaan menyentuh 60 dan 90 menit.
Selain itu, pengguna anak juga dapat memilih rekomendasi feed sesuai keinginan mereka yang tidak didorong oleh algoritma.
Mereka juga dapat mematikan pilihan autoplay untuk konten video. Serta penggunaan filter wajah ekstrem tidak dapat diakses lagi. (*)







