Cerita Carissa Perusset Saat Hiatus, Proyek jadi Sutradara dan Sisinya yang Introvert
VIVIA MEDIA — Mengawali karier di dunia modeling, nama Carissa Perusset kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu aktris berbakat di industri perfilman tanah air. Tidak puas hanya berada di depan kamera, Carissa kini tengah serius mempersiapkan diri untuk kembali ke kursi sutradara.
Carissa sebelumnya menggarap film pendek pertamanya berjudul A.M. (About Time) pada tahun 2020. Film ini diputar untuk pertama kalinya di Jogja-NETPAC Asian. Film tersebut mengeksplorasi makna kehidupan, di tengah bayang-bayang kematian.
Artis berdarah Swiss dan Indonesia ini tengah mengembangkan proyek film panjang pertamanya.
"Aku sudah pernah menyutradarai film pendek sebelumnya, dan sekarang sedang dalam proses membuat pitch deck untuk film feature (panjang) pertama. Aku yang menulis naskahnya dan rencananya juga yang akan menyutradarainya. Doakan saja semoga lancar ya," pinta Carissa penuh harap.
| Baca Juga: Carissa Perusset Pelajari Budaya Papua demi Peran di Film Horor 'Suanggi: Ilmu Kutukan'
Carissa memulai langkah pertamanya di industri film pada tahun 2019 melalui film Antologi Rasa. Tak lama berselang, ia kembali muncul dalam film Surat dari Kematian.
Keputusan Vakum Selama Empat Tahun
Namun, setelah dua proyek tersebut, Carissa justru menghilang dari peredaran selama hampir empat tahun. Selama masa vakum tersebut, ia mencoba mengeksplorasi kemampuan di balik layar.
"Aku mulai terjun akting tahun 2019 di film Antologi Rasa. Terus film kedua adalah Surat dari Kematian, terus habis itu aku stop syuting empat tahun lebih," kata Carissa Perusset saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2026).
Kembalinya ke dunia akting terjadi secara tidak terduga. Ia mengaku kembali jatuh cinta pada proses syuting setelah terlibat dalam beberapa proyek baru yang datang beruntun.
| Baca Juga: Traumatis, Carissa Perusset Minta Pendampingan Psikolog Gara-Gara Skrip Film 'Sofia'
"Terus tiba-tiba jatuh cinta dengan syuting dan akting lagi itu pas main di film Tulah, lalu Possession, Laura. Dan habis itu non-stop syuting sampai sekarang. Setelah film Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, kemarin habis syuting lagi film Lobang Buaya, ada Midnight in Bali juga," lanjutnya.
Alasan di Balik Hiatus dan Proyek Impian
Keputusan Carissa untuk menepi dari dunia seni peran bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan adanya gejolak internal terkait rasa percaya diri dan latar belakang pendidikannya. Memulai karier langsung dari dunia model ke akting tanpa menempuh jalur kuliah membuatnya sempat merasa tidak kompeten.
"Aku kurang pede percaya diri dengan diri sendiri, agak kehilangan arah, karena aku nggak kuliah kan. Dari modeling, langsung akting. Aku langsung kerja, minder juga dengan bahasa Indonesia aku yang masih kurang baik," ungkapnya.
Tahun ini, wajah Carissa kerap menghiasi film-film bergenre horor, yang memicu anggapan bahwa ia memang sengaja memfokuskan diri pada genre tersebut. Namun, Carissa mengklarifikasi bahwa hal itu murni karena jadwal penayangan yang berdekatan.
| Baca Juga: Bukan Remake G30S/PKI, Hanung Bramantyo Tegaskan Film ‘Lobang Buaya’ Murni Horor Fiksi
"Sebenarnya tahun ini aku lebih banyak syuting genre komedi dan drama. Hanya saja, yang kebetulan jadwal tayangnya berdekatan memang film-film horor ini. Jadi kelihatannya sepertinya aku mengambil horor terus," jelasnya.
Ritual dalam Melepas Karakter
Sebagai seorang aktris dengan jadwal syuting yang intens, Carissa memiliki cara untuk menjaga kesehatan mentalnya. Sebagai seorang yang mendefinisikan dirinya sebagai sosok introvert, ia membutuhkan waktu menyendiri untuk mengosongkan diri dari karakter lama sebelum masuk ke karakter baru.
"Aku biasanya selalu meminta jeda waktu, setidaknya satu atau dua minggu. Biasanya aku gunakan untuk keluar dari Jakarta sebentar, seperti pergi ke Singapura untuk refreshing," ungkap Carissa.
"Aku ini aslinya sangat introvert, jadi healing aku ya dengan menyendiri atau hanya diam di kamar. Itu cara aku mengosongkan diri sebelum masuk ke karakter berikutnya," jelas Carissa lagi.
| Baca Juga: Baskara Mahendra Ubah Cara Jalan dan Hitamkan Kulit Demi Peran Film Lobang Buaya
Meskipun memiliki kepribadian tertutup, ia mengaku tidak kesulitan beradaptasi di lokasi syuting yang dipenuhi rekan kerja ekstrovert seperti Baskara Mahendra dan Anya Zen di film terbarunya Lobang Buaya. Chemistry yang sudah terbangun lama sebelum syuting menjadi kuncinya.
"Untungnya kami sudah berteman lama sebelum syuting dimulai. Jadi, meskipun aku introvert, merasa nyaman-nyaman saja dengan mereka. Kami sudah punya chemistry yang baik, jadi tidak ada kecanggungan meskipun mereka sangat ramai," tambah sulung dari dua bersaudara itu. (*)







