Menembus Keterbatasan: Savia Aulia, Sinden Cilik Disabilitas yang Jatuh Hati pada Budaya Jawa
VIVIA MEDIA — Sosok sinden cilik berbakat, Savia Aulia, tengah menjadi perbincangan di jagat maya. Penampilan memukau remaja disabilitas saat tampil pada peringatan HUT RI ke-81 di Istana Negara itu telah melambungkan namanya.
Namun, di balik kemegahan panggung tersebut, tersimpan cerita perjuangan, persiapan intensif, hingga momen haru saat dirinya terpilih menjadi salah satu pengisi acara utama di hadapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Untuk memberikan performa maksimal, remaja 15 tahun ini harus menjalani latihan intensif selama 10 hari. Latihan tersebut dibagi menjadi dua lokasi, yakni di Markas Marinir Cilandak dan di lokasi utama, Istana Negara.
"Untuk latihan intensnya itu plus-minus 10 hari. Jadi tiga hari di Cilandak Marinir, sisanya di Istana. Dimulai dari tanggal 9 atau 10 Agustus," jelas Ibunda Savia, Triana Oktavia saat ditemui secara khusus Vivia Media di rumahnya di kawasan Ciledug, Tangerang, Sabtu (29/8/2026).
| Baca Juga: Rein, Penyandang Disabilitas Yang Menemukan Jalan Dari Musik ke Akting Lewat Film Istimewa
Jadwal latihan yang dijalani pemilik nama Savia Rachmawati tergolong padat. Di Istana, Savia harus sudah berkumpul pukul 04.30 pagi untuk mengikuti rangkaian protokoler. Sementara saat latihan di Marinir, jadwal bisa berlangsung hingga tengah malam.
"Latihannya paling sebentar itu dari jam 9 malam terakhirnya. Dari pagi, jam setengah 5 sudah kumpul kalau di Istana. Kalau di Marinir kita bisa agak siang jam 10 atau jam 2, tapi selesainya jam 11 malam," tutur Savia menceritakan rutinitasnya.
Gong Pembuka: Sinden Mijil Pelog Pathet 6
Dalam persembahan spesial tersebut, Savia memegang peran krusial sebagai pembuka acara. Bukan sekadar menyanyi, Savia membawakan tembang sinden yang telah diaransemen khusus secara musikal.
"Sistemnya itu bukan berapa lagu, tapi semacam musikal di mana opening-nya itu, 'gong'-nya itu Savia nyinden. Tembangnya Mijil, larasnya Pelog Pathet 6," jelas Savia.
| Baca Juga: Lari 3 Kilometer Bareng Anak Disabilitas, Wulan Guritno Tersentuh
Lirik dari tembang tersebut pun diubah secara khusus untuk menggambarkan kecintaan dan semangat terhadap Indonesia.







