Menembus Keterbatasan: Savia Aulia, Sinden Cilik Disabilitas yang Jatuh Hati pada Budaya Jawa
Setelah penampilan pembuka yang Savia berkolaborasi dengan penampil lain membawakan medley lagu nasional dan daerah, di antaranya 'Karisma Indonesia', 'Lir-Ilir', 'Cublak-Cublak Suweng', '17 Agustus', hingga ditutup dengan lagu 'Tanah Airku' bersama penyanyi Shanna Shannon
Menaklukkan Rasa Grogi dan Tantangan Fisik
Menjadi penampil utama setelah suksesnya artis cilik seperti Farel Prayoga dan Putri Ariani di tahun-tahun sebelumnya tentu memberikan beban tersendiri. Savia mengaku sempat merasa gugup saat harus berdiri di panggung megah tersebut.
"Nervous pasti ada, cuma alhamdulillah masih bisa teratasi. Capek tidak terlalu terasa karena tertutup sama fun. Bayangin hari-H itu kalau dibayangin nervous juga," ungkap Savia sambil tersenyum.

Selain mental, Savia juga menghadapi tantangan fisik. Savia yang terlahir hanya memiliki satu kaki dan tangan di sisi kanan, harus menjaga keseimbangan suara dan posisi tubuhnya di atas kursi roda sambil memegang mikrofon tangan, ditambah dengan penggunaan sepatu yang memiliki hak (heels).
"Aku itu jaga keseimbangan biar suaranya tetap stabil. Sama aku pakai hand-mic, jadi aku tidak bisa yang dadah-dadah (melambai) heboh ke mana-mana," tuturnya menjelaskan keterbatasannya saat di panggung.
Meski harus fokus menjaga stabilitas suaranya di tengah keterbatasan fisik, Savia mendapatkan momen yang paling dinantinya, yaitu interaksi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
Savia menceritakan dengan antusias momen ketika dirinya mendapatkan perhatian dari sang kepala negara.
"Aku yang didadahi sama Bapak Presiden. Senang sekali rasanya. Jadi total ada tiga kali aku ketemu beliau, dia sangat hangat bahkan selalu memeluk saat bertemu. Ini impianku yang akhirnya jadi nyata," ucapnya dengan girang.
| Baca Juga: Cerita Allyssa Hawadi, Sembilan Tahun Menunggu Menjadi Ibu Lewat Bayi Tabung
Berawal dari Hadiah Wayang Kulit
Ketertarikan sosok kelahiran Jakarta 5 Desember ini terhadap dunia pewayangan muncul secara alami. Jika anak-anak seusianya biasanya meminta gawai atau mainan modern, Savia justru menunjukkan minat yang berbeda sejak dini.







