Keluar dari Zona Nyaman, Marsha JKT48 Kurangi Jadwal Teater Demi Debut Akting
"Jadi interaksi aku sama anak-anak seumuran di luar grup memang agak sulit. Aku tetap punya masa muda, tapi beda saja rasanya. Di saat teman-teman aku yang lain mungkin bisa main atau ngapain, aku seringnya harus bilang 'Sori ya, nggak bisa, aku ada kerjaan'," kenangnya.
Keluar dari Zona Nyaman dan Terjun ke Dunia Peran
Setelah nyaris tujuh tahun mendedikasikan diri sebagai member JKT48 generasi ke-9, Marsha melebarkan sayap ke dunia seni peran.
Dorongan rasa penasaran dan keinginan untuk mencari pengalaman baru menjadi alasan utama Marsha menerima proyek akting perdananya. Ia merasa masa muda adalah waktu yang tepat untuk mencoba tantangan di luar zona nyaman sebagai seorang Idol.
| Baca Juga: Cindy Gulla Eks JKT48 Buktikan Diri di Ultra Trail, Tempuh 61,4 Km dalam 13 Jam
Proyek akting pertamanya adalah serial Agaskar. Marsha memerankan karakter bernama Sonia. Ia mendeskripsikan Sonia sebagai representasi remaja SMA yang ceria namun memiliki keunikan tersendiri.
"Karakter Sonia itu sebenarnya seperti anak SMA pada umumnya ya. Dia itu ceria, suka banget bergaul atau bersosialisasi. Orangnya itu kayak agak 'ha-he-ho'
(sedikit telat mikir atau santai) tapi sebenarnya dia lumayan tegas juga. Jadi emang dia itu anak SMA banget sih karakternya," papar Marsha dengan antusias.
Meski sudah terlatih berinteraksi dengan penggemar, terjun ke dunia akting memberikan tantangan sosial yang berbeda bagi Marsha. Selama ini, ia merasa berada dalam lingkungan yang sangat protektif dan familiar di JKT48.
| Baca Juga: Pagelaran Seni dari Guruh Sukses Kumpulkan Rp200 Juta Untuk Penyintas Kanker
"Tantangan yang paling terasa buat aku itu mungkin di bagian bersosialisasi ya. Seperti yang teman-teman tahu, lingkup pekerjaan aku sebelumnya kan di situ-situ saja, lingkungannya sudah sangat aku kenal. Bisa dibilang itu comfort zone aku," katanya.
Bagi Marsha, beradu peran dengan aktor dan aktris senior merupakan kesempatan untuk belajar.



