VIVIA MEDIA — AVIRAMA Foundation secara resmi menyelesaikan tahap commissioning instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-Grid di Pos Ranger Pulau Menjangan, Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Inisiatif bertajuk Solar Horizon Menjangan ini menjadi model konkret transisi energi adil (Just Energy Transition) pada wilayah konservasi terpencil yang tidak terjangkau jaringan listrik PLN.

Inisiatif ini berhasil masuk dalam jajaran 50 proyek global terbaik Youth4Climate 2025 yang diselenggarakan oleh UNDP Rome Centre bekerjasama dengan Ministry of Energy Security and Environment Italia.

| Baca Juga: Purana dan Vicenza Kolaborasi Lewat Workshop Hampers, Ubah Kain Perca Jadi Karya Bernilai

Secara teknis, sistem yang dibangun memiliki kapasitas pembangkitan 5,5 kWp dengan penyimpanan baterai LiFePO4 sebesar 12 kWh.

Proses Instalasi Panel Surya. (Foto: Dok. AVIRAMA Foundation)
Proses Instalasi Panel Surya. (Foto: Dok. AVIRAMA Foundation)

Sistem ini dirancang penuh untuk menggantikan ketergantungan energi fosil berupa penggunaan generator set (genset).

Sebelumnya, operasional pos memakan BBM hingga 20 liter per hari dengan tingkat emisi karbon dan polusi suara yang tinggi.

Tahapan proyek yang diawali dengan site survey pada Maret 2026 dan dirampungkan pada akhir Juli 2026 ini berhasil memangkas potensi emisi CO2 hingga 100% dari operasional penerangan dan fasilitas pendukung pos ranger.

| Baca Juga: Gelar Pementasan 'Snow White', Marlupi Dance Academy Peringati 70 Tahun Perjalanan Seni Balet Indonesia

Mobilisasi perangkat berat melalui Pelabuhan Labuan Lalang berhasil diselesaikan dengan aman berkat kolaborasi lintas pemangku kepentingan (multi-stakeholder), melibatkan Balai TNBB, tim teknis, komunitas pemandu wisata, serta relawan lokal.

Dengan beroperasinya PLTS ini, fasilitas pelayanan dan pengawasan konservasi di Pulau Menjangan mengalami peningkatan signifikan.

Kehadiran PLTS ini tidak hanya memastikan penerangan pos dan dermaga dapat menyala 24 jam penuh tanpa resiko terputus untuk mendukung pencegahan illegal fishing, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petugas melalui optimalisasi fasilitas seperti kulkas penyimpanan bahan makanan selama shift penjagaan 4 hari, sekaligus secara langsung meniadakan kebisingan mesin serta mengurangi emisi gas rumah kaca akibat penghentian penggunaan genset.

Direktur AVIRAMA Foundation, Gede Herry Arum Wijaya, menegaskan pentingnya replikasi proyek ini di daerah remote lainnya di Indonesia.

"Program Solar Horizon Menjangan bukan sekadar tentang menyediakan listrik, melainkan membangun pondasi keberlanjutan. Kawasan konservasi harus menjadi contoh terdepan dalam penggunaan teknologi hijau. Melalui keberhasilan ini, kami optimistis dapat memberikan multiplier effect bagi kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat lokal dan mengakselerasi pencapaian target Bali Net Zero Emission 2045," tegas Herry. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: