18 Tahun Jadi Sorotan, Afgan Syahreza Akui Pernah Jenuh Jadi Artis
Pelantun lagu Jodoh Pasti Bertemu ini menyebut bahwa ia menemukan banyak kemiripan antara kepribadian aslinya dengan peran yang ia bawakan, terutama dalam hal menjaga privasi.
Afgan menjelaskan bahwa dirinya memiliki sifat yang sangat tertutup mengenai kehidupan pribadinya, sama halnya dengan karakter Kafka. Ia merasa karakter tersebut menjadi cerminan dirinya yang seringkali merasa kewalahan dengan tuntutan popularitas.
"Kalau Afgan private, emang private banget ya. Sama kayak Kafka, itu sangat relate," ujar Afgan
Salah satu momen yang paling berkesan dalam film tersebut adalah adegan di kolam renang di mana Kafka mengungkapkan kelelahannya kepada Katia (Enzy Storia) sebagai orang yang selalu menjadi pusat perhatian.
Afgan mengungkapkan bahwa dialog dalam adegan tersebut sebenarnya tidak ada di dalam naskah awal. Penambahan dialog tersebut merupakan ide spontan dari sutradara, Naya Anindita, yang sudah sangat mengenal keresahan hati Afgan di dunia nyata.
"Tapi ada satu adegan yang mungkin sudah kalian tonton, yang di kolam renang. Saat Kafka tiba-tiba 'curcol' (curhat colongan) betapa dia lelah selalu jadi sorotan publik bertahun-tahun," ungkap Afgan.
Ia membeberkan bahwa Naya sengaja menyelipkan momen tersebut sebagai bentuk representasi nyata dari perasaan Afgan.
"Adegan itu sebenarnya nggak ada di skrip. Pas hari-H, Naya tiba-tiba punya ide nambahin dialog itu karena dia tahu itu adalah curahan hati Afgan juga," imbuhnya.
| Baca Juga: Teuku Rifnu Wikana Rasakan Pengalaman Jadi Polisi di Film Autopsy
Tantangan Syuting dan Atmosfer Ceria di Lokasi
Di balik pesan mendalam yang disampaikan lewat filmnya, Afgan membagikan cerita menarik mengenai proses syuting yang penuh tantangan. Salah satunya adalah kendala keterbatasan waktu di lokasi syuting yang menuntut fokus tinggi dari para pemain dan kru.
"Wah, ada banget adegan berkesan. Jadi ada satu momen kita syuting di sebuah lokasi, waktunya mepet banget, cuma sampai jam 10 malam. Kita cuma punya waktu tiga jam untuk menyelesaikan adegan yang menurut saya sangat penting," kenang Afgan.







