VIVIA MEDIA — Pernah heran melihat kucing pergi entah ke mana, lalu beberapa waktu kemudian muncul lagi di depan rumah seolah tidak terjadi apa-apa? Kemampuan itu bukan sekadar kebetulan.

Kucing memang memiliki homing instinct, yaitu kemampuan untuk menemukan kembali tempat yang dianggapnya sebagai rumah.

Kucing tidak punya GPS sungguhan di dalam tubuhnya. Kemampuan tersebut kemungkinan merupakan hasil kerja beberapa indra sekaligus.

Mengandalkan Penciuman dan Memori

Salah satu petunjuk terpenting bagi kucing adalah aroma. Saat menjelajah, kucing dapat mengenali berbagai bau di wilayahnya, mulai dari rumah, manusia, hewan lain, hingga lingkungan yang sering dilewati.

| Baca Juga: Profil Najma Tsuroyya, Putri Ulama di Tuban yang Kini Jadi Istri Kadam Sidik

Aroma tersebut kemudian membantu kucing membangun semacam peta lingkungan. Ditambah kemampuan mengingat landmark seperti pagar, pohon, bangunan, jalan, atau gang, kucing dapat mengenali wilayah yang sudah familiar.

Jadi, ketika berjalan pulang, mereka bukan sekadar mengandalkan keberuntungan. Ada informasi lingkungan yang sudah tersimpan dalam ingatan.

Kucing Sensitif terhadap Medan Magnet Bumi

Bagian ini yang cukup mengejutkan. Para peneliti menduga kucing mungkin dapat memanfaatkan medan geomagnetik Bumi untuk membantu menentukan arah.

Dilansir dari PetMD, menyebut eksperimen pada 1954 pernah menempatkan sejumlah kucing dalam labirin besar.

| Baca Juga: Sempat Hilang 3 Hari, Kucing Inul Daratista Ternyata Terjebak di Lemari

Sebagian besar kucing keluar melalui area yang paling dekat dengan lokasi rumah mereka. Ketika magnet dipasang pada tubuh kucing, kemampuan tersebut justru terganggu.

Temuan ini mendukung dugaan bahwa medan magnet mungkin ikut berperan dalam navigasi kucing. Meski begitu, mekanismenya belum benar-benar terbukti dan masih menjadi bahan penelitian.

Pendengaran dan Kumis Ikut Membantu

Navigasi kucing juga tidak lepas dari indra lainnya. Pendengaran yang sensitif memungkinkan mereka menangkap suara dari lingkungan sekitar, termasuk suara yang mungkin familiar.

Sementara itu, kumis atau vibrissae berfungsi sebagai sensor. Kumis membantu kucing merasakan perubahan kecil di sekitarnya, terutama ketika bergerak di ruang sempit atau kondisi minim cahaya.

| Baca Juga: 'GJLS' Kembali ke Layar Lebar, 'Berapi-Api' Jadi Pemadam Kebakaran

Semua kemampuan tersebut bekerja seperti satu sistem navigasi alami.

Tapi Bukan Berarti Kucing Selalu Bisa Pulang

Kemampuan mencari jalan pulang tetap punya batas. Kucing yang terbiasa keluar rumah umumnya memiliki pengalaman menjelajah lebih banyak dibanding kucing yang selalu berada di dalam rumah.

Penelitian dalam jurnal Animals terhadap 1.210 kucing hilang menemukan bahwa 75 persen kucing ditemukan dalam radius 500 meter dari lokasi mereka menghilang.

Kucing yang terbiasa berada di luar rumah juga cenderung menjelajah lebih jauh dibanding kucing indoor.

| Baca Juga: Makeup Anti Blush: Tampil Fresh Natural dengan Warna Netral

Karena itu, kalau kucing hilang, jangan langsung menganggap mereka sedang melakukan perjalanan jauh. Justru area sekitar rumah, halaman, gudang, kolong, dan rumah tetangga menjadi lokasi penting untuk diperiksa.

Satu hal lagi yang perlu diketahui, pindah rumah dapat membuat navigasi kucing menjadi lebih rumit. Mereka mungkin belum menganggap tempat baru sebagai wilayahnya dan justru mencoba kembali ke rumah lama. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: