Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Pengakuan EVAN, yang sebelumnya dikenal sebagai Heeseung eks ENHYPEN, tentang pernah mengalami kanker saat masih duduk di kelas empat SD membuat istilah malignant lymphoma ramai dibicarakan.

Dalam wawancara bersama Weverse Magazine yang terbit pada 4 September 2026, EVAN menceritakan bahwa gejalanya bermula dari batuk yang ia kira hanya flu.

Saat bermain sepak bola, kondisinya tiba-tiba memburuk. Ia mengatakan dirinya baru mampu berjalan sekitar empat atau lima langkah sebelum kesulitan bernapas.

Pemeriksaan di rumah sakit kemudian mengungkap bahwa ia mengalami malignant lymphoma atau limfoma ganas.

| Baca Juga: Cerita Margareta, Teman Maliya Finda, Pendaki yang Meninggal di Gunung Piramid

Lantas, apa sebenarnya kanker limfoma dan seberapa berbahaya penyakit itu?

Apa itu kanker limfoma?

Limfoma merupakan kanker yang bermula dari limfosit, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

Sel-sel itu tersebar di sistem limfatik, termasuk kelenjar getah bening, limpa, timus, hingga jaringan lain di tubuh.

Secara umum, limfoma terbagi menjadi dua kelompok utama:
1. Limfoma Hodgkin, yang memiliki ciri khas sel abnormal bernama Reed-Sternberg.
2. Limfoma non-Hodgkin (NHL), yang terdiri dari berbagai jenis dan dapat berasal dari sel B maupun sel T.

| Baca Juga: Sempat Mundur dari Dunia Hiburan, Aida Saskia Dapat Izin Manggung Usai Divonis Kanker Payudara

Menariknya, limfoma pada anak tidak selalu terlihat sebagai benjolan. Lokasi kanker ikut menentukan gejalanya.

American Cancer Society mencatat pembengkakan kelenjar getah bening, batuk, sesak napas, demam, penurunan berat badan tanpa sebab, keringat malam berlebihan, kelelahan, serta nyeri atau pembengkakan perut sebagai sejumlah gejala yang perlu diperhatikan.

Artinya, batuk dan sesak napas seperti yang dialami EVAN memang bisa muncul pada pengidap limfoma, terutama ketika terdapat pembesaran kelenjar di area dada.

Namun, gejala tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami kanker karena banyak kondisi lain yang dapat menjadi pemicunya.

| Baca Juga: Penyebab Kematian Dolly Parton Terungkap, Sempat Berjuang Lawan Kanker

Apakah limfoma pada anak berbahaya?

Jawabannya bergantung pada jenis, lokasi, tingkat penyebaran, dan respons terhadap pengobatan. Beberapa jenis limfoma anak tergolong agresif dan dapat berkembang cepat. Karena itu, diagnosis yang tepat sangat penting.

Pemeriksaan dapat meliputi tes darah, pencitraan, hingga biopsi untuk memastikan apakah jaringan tersebut mengandung sel kanker dan menentukan jenis limfomanya.

Meski terdengar menakutkan, ada fakta yang juga perlu diketahui yaitu, limfoma pada anak dapat ditangani dengan hasil yang baik.

Cancer Research UK mencatat sekitar 90 dari 100 anak dengan non-Hodgkin lymphoma di Inggris bertahan hidup setidaknya lima tahun setelah diagnosis.

| Baca Juga: Mendengarkan Sinyal Tubuh: Kunci Deteksi Dini Kanker dan TBC

Pengobatannya dapat melibatkan kemoterapi, terapi target, imunoterapi, radioterapi, atau transplantasi sel punca, tergantung kondisi masing-masing pasien.

EVAN sendiri berhasil melewati pengobatan dan kembali menjalani kehidupannya seperti sedia kala. Ia bahkan mengungkap pengalaman tersebut ikut memengaruhi musik solonya.

Dalam lagu 'Death of Me', ia membawa pesan bahwa pengalaman berada “di ujung kematian” bukan berarti semuanya berakhir. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: