Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Aktor sekaligus produser kenamaan, Gandhi Fernando, memutuskan pindah dan tinggal di Bangkok, Thailand. Pria 36 tahun ini menceritakan kehidupan barunya di Negeri Gajah Putih.

Keputusan besar ini diambil Gandhi setelah melalui pertimbangan matang mengenai kualitas hidup dan perkembangan kariernya di industri perfilman internasional.

"Aku sekarang tinggal di Thailand. Jadi udah full pindah ke sana, pulang ke Jakarta beberapa kali aja untuk kerjaan," ujar Gandhi Fernando saat ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026)

Meski demikian, ia tetap berkunjung ke Jakarta jika ada urusan pekerjaan. Seperti saat ini, Gandhi hadir di perilisan film Iyus Jenius, proyek yang ia produseri.

| Baca Juga: Hanung Bramantyo Beber Alasan Pilih Reza Rahadian, Dian Sastro Hingga Eva Celia di Film DOTS Indonesia

"Jadi full udah 4 bulan di Bangkok. Sekarang pulang dulu, di sini paling 2 minggu habis itu balik lagi. Tapi 3 tahun terakhir tuh on and off. Kayak 6 bulan di Jakarta, 6 bulan di Thailand gitu," tambahnya.

Salah satu alasa mengapa ia memilih Bangkok karena letak geografisnya yang sangat terjangkau dari Jakarta.

"Lebih jauh ke Manado dibandingkan ke Bangkok. Karena terbang ke Bangkok cuma 2 jam 50 menit. Jadi supaya nggak jauh dari keluarga, nggak jauh dari bisnis yang di Jakarta, aku memilih Thailand," jelasnya.

Alasan Pindah ke Thailand

Pilihan Gandhi pindah ke Thailand juga karena Thailand memegang posisi puncak dalam industri film di Asia Tenggara, disusul oleh Indonesia. Ia melihat peluang besar bagi kreator untuk mendistribusikan karya tanpa birokrasi penayangan yang rumit.

| Baca Juga: Serial ‘Harry Potter’ Perkenalkan Pemeran Ginny Weasley Baru dan Tom Riddle Muda

"Kenapa pilih Thailand? Karena di Asia Tenggara, industri film tuh terbesar pertama di Thailand, kedua di Indonesia. Nah, film-film Thailand sama series Thailand tuh terkenal di seluruh dunia. Dan di sana streaming service-nya banyak banget," ungkap Gandhi.

Produser dan pemain film Penunggu : Rumah Buto Ijo ini juga menyoroti kemudahan penayangan film di bioskop Thailand yang tidak memakan waktu tunggu lama seperti di tanah air.

"Film bioskop juga tidak semengantre di sini, jadi saya bisa berkarya tanpa harus nunggu satu-dua tahun tayang di bioskop," imbuhnya.

Untuk mendukung kariernya, bintang film Lampir ini bahkan telah mempelajari bahasa lokal secara intensif selama 3 tahun terakhir.

| Baca Juga: Sineas Indonesia Berduka, Sutradara-Penulis Skenario Ida Farida Berpulang

Gandhi mengaku sangat menikmati kenyamanan hidup di Thailand. Ia memuji aspek sosial dan keamanan yang dirasakannya selama tinggal di sana.

"Aduh, di sana enak banget. Di sana nggak ada perang agama, nggak penting agama lu apa, nggak ada diskriminasi, nggak penting ras lu apa, nggak ngurusin selangkangan orang gitu ya. Kalau di Indonesia kan kayaknya diributinnya itu melulu gitu," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa rasa aman merupakan nilai tambah yang sangat terasa.

"Di Thailand tuh nggak peduli orang gitu. Jadi lu mau jalan malam-alam juga aman. Kehidupan di sana tuh quality of living-nya jauh lebih di atas di Indonesia sih menurutku," ujar Gandhi.

| Baca Juga: 'GJLS' Kembali ke Layar Lebar, 'Berapi-Api' Jadi Pemadam Kebakaran

Apresiasi Finansial dan Etos Kerja yang Sehat

Satu hal yang cukup mencolok dari pengakuan Gandhi adalah perbedaan pendapatan yang signifikan. Sebagai sutradara di Thailand, ia mendapatkan apresiasi finansial yang jauh lebih besar dibandingkan saat ia bekerja di Indonesia.

"Dari segi gaji juga jauh lebih besar. Gaji aku di series pertama di Thailand kayak dua kali lipat dari gaji aku sebagai sutradara di Indonesia, padahal udah film kesekian (di Indonesia). Tapi film pertama di Thailand malah dua kali lipatnya gitu. Jadi happy banget," tuturnya.

Tak hanya soal uang, etos kerja di industri film Thailand diakuinya jauh lebih manusiawi dan terorganisir. Gandhi menceritakan bagaimana sistem kerja di sana sangat menghargai waktu istirahat kru dan pemain.

"Di sana sehat banget. Jam 10 malam tuh udah selesai. Malah aku pernah syuting jam 8 udah selesai, terus aku kayak bingung sendiri 'Hah? Jam 8?'," ujar Gandhi.

| Baca Juga: Teuku Rifnu Wikana Rasakan Pengalaman Jadi Polisi di Film Autopsy

"Sedangkan kalau syuting di Indonesia tuh bisa pulangnya jam 3 pagi, bisa nggak pulang sama sekali. Jadi di sana tuh work ethic-nya bagus banget," lanjutnya.

Gandhi merinci bahwa efisiensi waktu terjadi karena kesiapan semua departemen, mulai art-nya, kostum hingga pemain.

"Syutingnya juga jadi happy, syuting sehat. Dan nggak dikit-dikit aduh break ngerokok dulu, enggak, ini udah langsung gitu. Jadi bisa pulang cepat, bisa istirahat," jelasnya.

Debut Sutradara Lewat Series 'Badminton Boys'

Di Thailand, Gandhi bukan sebagai aktor, melainkan sebagai sutradara dan penulis skenario. Proyek perdananya berjudul Badminton Boys yang dijadwalkan tayang pada 10 Oktober mendatang. Karyanya debutnya ini akan didistribusikan secara global melalui platform iQIYI ke 190 negara.

| Baca Juga: Titi Kamal Ungkap Tantangan Main Film Adaptasi Horor Thailand 'Perumahan Laddaland'

Series ini dibintangi oleh aktor-aktor asli Thailand, salah satunya adalah Patch Chanon. Gandhi menyebutkan bahwa pemainnya merupakan kombinasi antara wajah baru dan aktor senior. Menariknya, series ini akan mengusung genre yang diprediksi akan menuai kontroversi di tanah air.

"Pemainnya pemain Thailand semua. Nggak ada pemain Indonesia, 100% bahasa Thailand. Karena genre-nya itu tidak diperbolehkan di Indonesia, BL (Boys Love)," ungkapnya.

Dibalik itu semua, Gandhi tetap memiliki keinginan untuk memajukan industri film Indonesia. Ia bercita-cita menjadi jembatan distribusi agar film-film Indonesia bisa lebih banyak tayang di bioskop Thailand.

"Sekarang udah banyak, tapi khusus horor doang. Setahun mungkin ada 10 film lah gitu. Nah, pengin lebih banyak lagi nih film Indonesia tayang. Supaya lebih banyak dikenal di seluruh dunia dan menjadi devisa yang bagus buat negara ini," tutupnya. (*)

1 2 3 4 SHOW ALL

Tags: