Gunung Anak Krakatau Erupsi, Benarkah Abu Vulkanik Bermanfaat untuk Kecantikan Kulit?
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia. Warga terdampak mengeluh karena rumah mereka kotor hingga kesehatan yang mulai terganggu.
Namun di balik hal tersebut, abu vulkanik ternyata memiliki sejumlah manfaat, salah satunya sebagai campuran media tanam.
Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau kaya akan unsur hara esensial yang baik untuk pertumbuhan akar dan ketahanan tanaman. Sementara partikel halusnya mampu memperbaiki drainase air dan sirkulasi udara akar.
Di samping manfaatnya untuk tanaman, sebagian orang meyakini abu dari erupsi gunung berapi memiliki manfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit.
| Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatuau Hujani Pemukiman, Ini Manfaat dan Cara Mengolahnya Menjadi Media Tanam
Manfaat Abu Vulkanik untuk Kecantikan Kulit
Keyakinan tersebut muncul karena sejumlah produk skincare, seperti clay mask, face wash, dan eksfoliator, mengandung bahan tersebut.
Dilansir dari berbagai sumber, abu vulkanik memang memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit karena kandungan mineral di dalamnya, seperti:
- Belerang (Sulfur): zat tersebut memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi alami yang mampu melawan bakteri penyebab jerawat, mencegah bruntusan, serta menghilangkan komedo hitam.
- Silica: mendorong sintesis kolagen untuk membantu menjaga elastisitas dan menghaluskan permukaan kulit.
| Baca Juga: Gegara Unggahan Instagram, Suga BTS Dirumorkan Pacaran dengan Aktris Go Ara
- Magnesium, Kalsium, dan Zinc: membatu meredakan peradangan, menenangkan kulit iritasi, serta menangkal radikal bebas.
Namun perlu diketahui bahwa manfaat tersebut hanya bisa didapatkan apabila abu dimurnikan dan diolah secara klinis. Abu vulkanik tidak bisa asal dibersihkan, kemudian dioleskan langsung ke kulit.
Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau justru bisa berbahaya apabila dibiarkan menempel di kulit terlalu lama. Beberapa dampak negatifnya seperti:
Risiko Dermatitis Iritan
Kontak langsung dengan debu vulkanik bisa membuat kulit terasa sangat kering yang memicu rasa perih, terbakar, gatal-gatal, hingga kemerahan.
Ancaman Bagi Pemilik Kulit Sensitif
Mereka yang memiliki kulit sensitif atau baru saja menjalani tindakan medis di kulit rentan mengalami iritasi berat saat terpapar debu.
| Baca Juga: 5 Cara Makeup untuk Hooded Eyes agar Eyeshadow dan Eyeliner Tetap Terlihat
Jerawat Mudah Muncul
Debu juga membuat kulit wajah jadi terasa semakin kotor. Apabila abunya bercampur dengan keringat, sebum, dan produk yang menempel di kulit, maka pori-pori akan tersumbat, kemudian memicu timbulnya jerawat.
Untuk mencegah hal tersebut, bilas wajah dengan air mengalir hingga bersih, kemudian lanjutkan dengan double cleansing. Membersihkan kulit dengan cara menggosokkan kapas atau lap justru akan memicu iritasi. (*)







