Lomba Menulis Aksara Jawa 2026 Sukses Digelar di Surabaya, Gugah Semangat Anak Melestarikan Bahasa Daerah
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Lomba Menulis Aksara Jawa 2026 sukses digelar di Masjid Kemayoran Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 6 September 2026. Sebanyak 109 peserta dari berbagai jenjang pendidikan berlomba menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Perlombaan dibagi menjadi dua kategori, SD-SMP dan SMA/SMK. Peserta diminta untuk menulis ulang aksara Jawa yang telah disiapkan dengan gaya penulisan sendiri. Pemenang masing-masing mendapatkan piagam penghargaan, piala, dan uang.
Juara 1 untuk kategori SD/SMP diraih oleh Illona Ajni Jinan dari SMP Hang Tuah 4 Surabaya. Juara 2 dimenangkan oleh Neysa Cantika Valentyna dari MTs Wachid Hasyim Surabaya. Juara 3 diraih oleh Mufeeda Aulia Shanum dari MTsN 2 Kota Surabaya.
Ada juga juara harapan yang dimenangkan oleh Alisha Safa Larasati, siswi MTsN 1 Surabaya.
| Baca Juga: Mendukung Bali Net Zero 2045, AVIRAMA Foundation Tuntaskan Instalasi PLTS Off-Grid di Taman Nasional Bali Barat

Sementara untuk kategori SMA/SMK, juara 1 diraih oleh Alkindi Bagus Adi dari SMAN 10 Surabaya. Siswa SMAN 5 Surabaya, Fajar Ady Nugaka, memenangkan juara 2. Juara 3 diamankan oleh Rahmat Valentino Romi dari SMKN 1 Kamal, Madura.
Gelar juara harapan dibawa pulang oleh Gita Aulia Ramadhani dari SMKN 6 Surabaya.

Meski ada pemenang, Lomba Menulis Aksara Jawa 2026 sejatinya bukan tentang siapa yang menang dan kalah, melainkan wadah untuk mengasah keterampilan dan menggugah semangat generasi muda dalam melestarikan aksara Jawa.
| Baca Juga: Purana dan Vicenza Kolaborasi Lewat Workshop Hampers, Ubah Kain Perca Jadi Karya Bernilai
Karena itu, bakat mereka layak dilindungi, baik secara terprogram melalui kurikulum sekolah maupun di luar sekolah, seperti komunitas budaya.
Merekalah yang nantinya, di masa depan, menjadi penyambung budaya bagi generasi selanjutnya.

Menggandeng Komunitas Budaya
Lomba Menulis Aksara Jawa 2026 diinisiasi oleh pihak takmir Masjid Kemayoran Surabaya yang berkeja sama dengan tiga komunitas budaya, yaitu Puri Aksara Rajapatni, Pasopati Cakra Nusantara dan Komunitas aksara Jawa, Kota Raja, Gresik.
Lomba tersebut digelar sekaligus untuk menyambut datangnya bulan Bahasa dan Sastra yang jatuh pada Oktober mendatang.
| Baca Juga: Gelar Pementasan 'Snow White', Marlupi Dance Academy Peringati 70 Tahun Perjalanan Seni Balet Indonesia
Tujuan diselenggarakannya lomba yang paling utama adalah untuk mendukung kemampuan berbahasa daerah, menjaga identitas bangsa, meneguhkan jatidiri dan budaya bangsa Jawa serta menjadi ajang latih dan ajar aksara Jawa.
Berbicara tentang Bahasa Jawa tidak bisa lepas dari aksaranya. Bukan sekadar tulisan, aksara Jawa menjadi sebuah sistem pralambang yang menyimpan falsafah hidup, spiritualitas, dan pandangan semesta (kosmologi) masyarakat Jawa.
Setiap hurufnya memiliki makna mendalam yang merefleksikan perjalanan jiwa manusia. (*)






