Nana Mirdad dan Deva Mahenra Geram, Harga Masker Naik di Tengah Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Di tengah kepanikan warga mencari perlindungan dari hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, sejumlah pedagang justru memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga masker.
Keluhan soal lonjakan harga itu ramai dibicarakan di media sosial, termasuk oleh Nana Mirdad dan Deva Mahenra.
Nana menyampaikan keresahannya melalui Threads pada Senin (7/9/2026). Ia menyoroti harga masker yang sebelumnya dijual sekitar Rp12 ribu, tetapi mendadak ditawarkan hingga Rp180 ribu per buah.
"Agak gila juga di saat rakyat banyak yang kesusahan lihat brand penjual masker proper malah naikin harga jadi 180 ribu-an per biji. Sementara paginya masih dijual di harga 12 ribu aja," tulis Nana.
| Baca Juga: Istri Sempat Ilfeel, Begini Kisah Cinta Kadam Sidik dan Najma Tsuroyya

Jika dibandingkan, harga tersebut berarti melonjak 15 kali lipat. Nana mengaku mengetahui kisaran harga distributor masker N95 karena sang suami memiliki produk tersebut dalam daftar produk perusahaannya.
Menurut Nana, mencari keuntungan dari penjualan memang wajar. Namun, kondisi bencana bukan momen yang tepat untuk melakukan mark up secara ekstrem.
"Memang, jualan goalnya profit. Tapi ngga usah securang ini pada saat bencana kali ya," lanjutnya.
| Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Ini 5 Tips Aman dari dr Tirta
Deva Mahenra Ikut Soroti Harga Masker
Bukan hanya Nana. Deva Mahenra juga menyampaikan kritik serupa melalui Threads pada Minggu (6/9/2026). Ia mempertanyakan sikap penjual yang menaikkan harga ketika masyarakat sama-sama membutuhkan masker.

"Kelakuan rakyat sama aja. Sesama lagi butuh, harga masker malah naik berkali-kali lipat. Gila," tulis Deva.
Unggahan tersebut memperlihatkan keresahan yang lebih luas. Masker menjadi barang yang kembali diburu setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar hingga sejumlah wilayah Lampung, DKI Jakarta dan sekitarnya.
1 2







