Tampilkan Kota Melbourne, Ini Cerita Cast dan Sutradara Film 'Ibadah dan Cinta' Saat Syuting di Sana
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleAdegan ini turut melibatkan aktor cilik lokal Australia yang pernah membintangi film Superman.
"Di adegan itu, ada aktor anak kecil lokal Australia yang ternyata sebelumnya pernah bermain di film Superman. Anak dan keluarganya sangat profesional meskipun harus menunggu lama karena cuaca," ujar Jastis.
Kelelahan dan tekanan waktu saat menunggu hujan reda sempat membuat Jastis Arimba salah menggunakan bahasa saat mengarahkan pemain di lokasi. Momen tersebut diceritakan Megantara sebagai pencair suasana di tengah kepenatan kru.
| Baca Juga: Gandhi Fernando Bongkar Alasan Pindah dan Nyaman Syuting di Thailand
"Waktu mengarahkan bule atau aktor lokal Australia, Mas Jastis malah pakai bahasa Indonesia: 'Bro, nanti lu begini ya...'. Tapi giliran mengarahkan gue, dia malah pakai bahasa Inggris: 'Bro, you...'. Gue langsung bilang, 'Mas Jastis, lihat deh, ini gue Megan, Mas. Tadi bule lu arahin pakai bahasa Indonesia, kenapa gue lu arahin pakai bahasa Inggris?'. Kami semua langsung tertawa dan suasana yang tadinya tegang jadi cair kembali," tutur Megantara.
Partisipasi Empati Spontan Warga Lokal
Peristiwa tak terlupakan selama proses syuting terjadi ketika tim melakukan pengambilan gambar adegan di kawasan terbuka Grampians. Dalam adegan tersebut, Megantara berteriak histeris meminta pertolongan dengan seruan "Help! Help!".
Karena kamera diletakkan tersembunyi dari kejauhan, seorang warga lokal yang sedang berlari pagi (jogging) mengira kejadian tersebut nyata.
“Tiba-tiba ada seorang warga lokal yang sedang lari pagi (jogging). Karena posisi kamera tersembunyi atau agak jauh, orang itu mengira ini kejadian nyata. Dia langsung lari menghampiri Megan dengan panik dan bertanya, 'What happened? Are you okay?,” cerita Megantara dengan antusias.
| Baca Juga: Berusaha Dobrak Stigma Genre Horor, Film ‘Obsession’ Diprediksi Borong 15 Nominasi Oscar
“Kami semua sempat bengong sebelum akhirnya menjelaskan, 'Sorry, we are filming a movie'. Orangnya langsung kaget dan tertawa, 'Oh, okay, sorry sorry!' lalu lanjut lari," kenang Megantara.
Meski mengapresiasi tingginya empati warga lokal tersebut, Megantara menyebut adegan tersebut terpaksa diulang (retake) karena tidak memenuhi syarat teknis visual dan audio.







