Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Arya Saloka kembali dipertemukan dengan sutradara Kamila Andini dan produser Ifa Isfansyah dalam proyek film terbaru Empat Musim Pertiwi. Reuni ini menjadi momen spesial bagi Arya, mengingat sebelumnya mereka sukses bekerja sama dalam serial fenomenal Gadis Kretek.

Tak hanya dengan tim produksi, Arya juga kembali beradu peran dengan aktris Putri Marino. Kembali bekerja sama dengan Putri Marino diakui Arya sebagai proses yang sangat organik.

Menurutnya, hubungan kerja yang sudah terjalin sebelumnya memudahkan mereka untuk masuk ke dalam karakter masing-masing tanpa harus melakukan usaha ekstra dalam membangun kedekatan.

"Dengan Putri pun selalu apa ya, menemukan rasa-rasa yang dulu tuh enggak pernah hilang gitu. Putri tuh selalu bisa memberikan energi yang sangat luar biasa di set gitu," ujar Arya Saloka saat ditemui di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026).

| Baca Juga: Film 'Empat Musim Pertiwi' Karya Kamila Andini, Akan Premiere di Toronto International Film Festival 2026

Arya menambahkan bahwa kenyamanan beradu akting dengan Putri membuatnya merasa bebas dalam berekspresi.

"Jadi saya pun enggak perlu bersusah diri gitu kan untuk mengeluarkan energi, tapi lebih ke menjalaninya saja gitu. Aktingnya tuh jadi kayak nothing to lose gitu tuh kalau sama Putri," imbuhnya.

Melawan Alergi Dingin demi Keindahan Bromo

Proses syuting Empat Musim Pertiwi mengambil lokasi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Bagi Arya, ini adalah pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di destinasi wisata populer tersebut. Namun, perjalanan ini sempat diwarnai kekhawatiran karena Arya kurang menyukai cuaca dingin.

"Kalau enggak ada Empat Musim Pertiwi, saya mungkin belum pernah ke Bromo. Makanya ketika sebelum saya berangkat itu, saya kan punya alergi, khususnya dingin," ungkap Arya.

| Baca Juga: Perubahan Spiritual Arya Saloka usai Bintangi Film Munafik: Melawan Iblis

Meski sempat merasa kurang bersemangat saat tiba di hotel karena suhu udara yang ekstrem, namun Arya berubah antusiasme begitu tiba di lokasi syuting. Aktor 35 tahun ini mengaku terpukau dengan visual alam Bromo yang sangat megah, mulai dari padang savana hingga perpaduan gradasi warna gunung yang unik.

"Pas sampai set-nya tuh yang, ‘Wah, ini sih keren!’ ada padang savana, terus di padang pasirnya juga. Benar-benar pas melihat itu ada gunung, ada perbedaan dua gunung, yang satunya hijau, satunya kayak gunung abu-abu sama kayak ada batu-batu gitu. Saya langsung, ‘Wah ini visualnya gimana nanti ya,’" kenangnya.

Tantangan Akting Sambil Berkuda

Salah satu elemen penting dalam peran Arya kali ini adalah kemampuan berkuda.

Karakter Bisma yang ia mainkan dituntut untuk luwes menunggangi kuda, apalagi berkuda sudah ia lakukan sejak kecil. Padahal, Arya hanya menjalani sesi latihan (workshop) sebanyak lima hingga enam kali sebelum syuting dimulai.

Tantangan semakin berat karena jenis kuda yang digunakan di lokasi syuting berbeda dengan kuda saat latihan di Jakarta.

Jika saat workshop ia menggunakan kuda Australia yang besar, di Bromo ia menunggang kuda Sumba yang lebih kecil namun memiliki karakter berbeda.

"Kita harus bangun chemistry juga sama kudanya, karena kita dengan binatang enggak boleh ada jarak sebetulnya. Kuda pun juga makhluk hidup, dia punya perasaan, bisa merasakan kalau kita takut. Ada sedikit cerita, awal-awal dapat kudanya agak liar," kata Arya.

Pemeran sinetron Ikatan Cinta ini menjelaskan bahwa kesulitan utama bukan hanya saat memacu kuda, melainkan saat harus melakukan adegan dialog sambil turun dari kuda dan mengikat tali.

"Akhirnya dicarikan kuda yang lebih tenang karena tidak bisa kalau kudanya bergerak terus. Serulah, seru banget, sudah berasa kayak aktor Quentin Tarantino saya," candanya.

| Baca Juga: Yama Carlos Rangkap Peran, Jadi Aktor Sekaligus Pelatih Akting di Film Last Witness

Transformasi Fisik dan Look 'Country' Impian

Untuk menghidupkan karakter Bisma, Arya Saloka melakukan transformasi fisik yang cukup signifikan. Ia diminta untuk menumbuhkan rambut, kumis, dan jenggot. Menariknya, Arya sempat hampir mengacaukan rencana tersebut karena sempat mencukurnya.

"Pas selesai syuting film sebelumnya, saya potong rambut dan potong kumis-jenggot.

Lalu saya foto, masukkan ke story, Mbak Dini (Kamila Andini) langsung WhatsApp, ‘Arya, kamu potong? Hah, tumbuhnya lama enggak? " cerita Arya sambil tertawa.

Selain urusan rambut, Arya juga diminta untuk meningkatkan berat badan karena sebelumnya ia menjalani diet ekstrem untuk peran lain. Meski hanya berhasil menaikkan berat badan sekitar 2 kilogram karena jadwal yang mepet, penggunaan kostum yang tebal membantu menutupi tubuhnya yang ramping.

| Baca Juga: Tayang di Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik Film HOPE yang Dibintangi Zo In Sung dan Jung Ho Yeon

Bintang film Lembayung ini mengaku sangat puas dengan penampilan barunya yang bergaya ala koboi. Bahkan saat tes look sebelum syuting, ia sangat antusias, mengenakan aneka kostum ala koboi mulai kostum hingga aneka aksesoris pendukung.

"Memang salah satu cerita yang sebetulnya dari dulu saya kepingin, karakter yang saya enggak perlu cukur kumis-jenggot, dan karakternya country bangetlah. Bisa pakai topi koboi, pakai sepatu boots, naik kuda. Saya paling happy sekali dengan look Bisma ini," pungkasnya. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: