Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Sutradara Kamila Andini sepakat dengan keputusan penundaan tersebut. Menurutnya, Empat Musim Pertiwi merupakan film yang secara struktural sangat rumit dan menuntut dukungan teknis tingkat tinggi karena memadukan banyak genre sekaligus.

"Tapi aku juga setuju sih sebagai sutradara, karena memang ini film yang bisa dibilang mixed-genre. Ada sci-fi-nya, ada dramanya, ada sosial dramanya, ada juga psychological horror-nya. Jadi di film ini pengin banget di-embrace," papar Kamila Andini.

Kamila mengakui beban produksi film ini adalah yang paling masif sepanjang karier penyutradaraannya. Secara teknikal itu cukup menantang dan cukup berat. Oleh karena itu ia butuh support produksi yang cukup untuk bisa menggambarkan semuanya dengan baik.

"Perjalanan yang tidak mudah membuat film ini. Saya mungkin sudah beberapa kali juga bilang, ini film paling susah, paling berat yang saya pernah bikin," tutur Kamila.

Proses penulisan naskah juga tidak berjalan mulus hingga Kamila sempat berniat menghentikan pengembangannya.

"Enggak gampang, karena pada saat penulisan juga ada hal-hal yang saya harus berhenti, 'Benar enggak ya saya mau nulis tentang ini?' Kayaknya kalau beneran mau nulis tentang ini, saya harus go all the way. Kayak emang harus push the boundaries juga, harus go beyond gitu," kenang Kamila.

Menembus Toronto International Film Festival

Kerja keras tersebut terbayar setelah Empat Musim Pertiwi dipastikan melenggang ke Toronto International Film Festival (TIFF), salah satu barometer festival film terkemuka di dunia pada September ini. Di festival ini, film karya anak bangsa tersebut akan bersanding dengan ratusan karya sinema global terbaik.

"Senang banget karena Toronto itu salah satu festival dengan platform terbesar di dunia. Tahun ini akan ada 293 film yang diputar di festival tersebut dari seluruh dunia, dan filmnya besar-besar juga.

| Baca Juga: Film 'Empat Musim Pertiwi' Karya Kamila Andini, Akan Premiere di Toronto International Film Festival 2026

Jadi, berada atau menjadi salah satu film yang diputar di festival ini tentu saja sebuah kehormatan selalu buat saya," ungkap Kamila yang pernah membawa film Yuni ke panggung internasional.

Di sisi lain, karya ini juga menjadi proses refleksi personal bagi Kamila terhadap identitas kebangsaannya.

1 2 3

Tags: