Putri Marino Menangis Usai Lihat Trailer 'Empat Musim Pertiwi', Ini Penyebabnya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Suasana haru menyelimuti ruangan saat cuplikan perdana (teaser trailer) Empat Musim Pertiwi ditayangkan. Putri Marino bahkan tak mampu membendung air matanya.
Aktris 33 tahun ini mengakui bahwa proses syuting film ini meninggalkan kesan yang sangat dalam, hingga ia merasa sulit untuk benar-benar lepas dari bayang-bayang Pertiwi.
"Jujur tadi waktu nonton trailer-nya, nangis. Karena lumayan ter-recall Pertiwinya. Pertiwi kayaknya akan selalu punya tempat yang spesial di hati aku," ungkap Putri saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026).
Bagi Putri, sosok Pertiwi bukanlah karakter sembarangan. Ia mengaku jatuh cinta.sejak pertama kali membaca naskahnya. Karakter ini dianggapnya memiliki dimensi yang sangat kompleks dan belum pernah ia temui di proyek-proyek sebelumnya.
| Baca Juga: Film 'Empat Musim Pertiwi' Karya Kamila Andini, Akan Premiere di Toronto International Film Festival 2026
"Karakter Pertiwi ini unik sekali, luar biasa sekali, yang waktu aku baca pertama kali tuh aku kayak, 'Wah ini sih gila, perempuan ini gila banget.' " ujar Putri.
Jatuh Cinta Pada Karakter dan Mengubah Hidup
Pertiwi lanjutnya juga mengajarkan banyak hal dalam hidup yang mungkin kalau bukan ia yang memerankannya, maka ia tidak akan belajar hal itu.
"Kuatnya, jiwa petarungnya, sabarnya, kesendiriannya, ikhlasnya, semuanya sih," jelas Putri mengenai karakternya.
Meskipun film ini memiliki nuansa yang sangat gelap (dark), Putri berusaha untuk mengikhlaskan karakter tersebut setelah proses produksi selesai.
"Jadi untuk melepasnya, dilepaskan saja, diikhlaskan, tapi tetap akan selalu tenang di hati aku," ujar lirih.
Cerita berfokus pada kepulangan Pertiwi ke kampung halamannya setelah 20 tahun berkelana. Namun, kepulangannya tidak disambut hangat; ia justru dihadapkan pada kecurigaan warga desa serta penolakan dari kedua orang tuanya sendiri.
Visual yang ditampilkan dalam trailer tersebut menggambarkan suasana tegang, penuh kemarahan yang tertunda, kekecewaan, hingga perasaan terasing di tanah kelahiran sendiri.
Pengorbanan Besar: Menolak Semua Proyek Lain
Dedikasi Putri Marino untuk peran Pertiwi tergolong luar biasa. Ia mengungkapkan.bahwa demi mendalami karakter ini, ia memutuskan untuk mengosongkan jadwalnya dan tidak mengambil proyek film lain dalam kurun waktu tertentu. Keputusan ini diambil agar ia bisa fokus sepenuhnya tanpa gangguan eksternal.
| Baca Juga: Arya Saloka Happy dengan Look Kumis dan Jenggot di Film 'Empat Musim Pertiwi'
"Jadi waktu Mbak Dini menawarkan film Empat Musim Pertiwi dan sepertinya akan jalan sebentar lagi, aku memutuskan untuk tidak mengambil proyek apa pun," ujar Putri Marino secara tegas.
Istri aktor Chicco Jerikho ini menjelaskan bahwa naskah film ini menuntut ruang emosional yang sangat besar dari seorang aktor. Karenanya, setelah baca skrip, Putri harus menyiapkan 'ruangan' yang luas, untuk Pertiwi bisa tumbuh,
"Untuk itu aku mengolah Pertiwi bersama Mbak Dini. Jadi memang beneran menurut aku enggak bisa main-main sama karakter Pertiwi ini. Aku persiapkan sematang mungkin. Aku mulai dari titik nol tanpa ada gangguan dari apa pun, supaya Pertiwi bisa menjadi utuh yang seutuh-utuhnya," jelasnya.
Menjalani Delapan Workshop Intensif Selama Dua Bulan
Totalitas Putri tidak hanya terlihat dari sisi emosional, tetapi juga teknis. Untuk menghidupkan karakter Pertiwi, ia harus menjalani serangkaian pelatihan atau workshop yang sangat padat. Tercatat ada delapan keahlian khusus.yang harus ia pelajari dalam waktu dua bulan.
| Baca Juga: Totalitas Acha Septriasa, Latihan Kerasukan Demi Film ‘Munafik: Melawan Iblis’
"Ada sekitar delapan workshop yang aku lakukan. Antara lain berkuda, bahasa isyarat, bahasa Jawa, mengendarai jip, fighting, memainkan alat musik elektrofon, sampai menyanyi," rincinya.
Dari sekian banyak workshop yang dipelajari, Putri menyebutkan bahwa penguasaan bahasa Jawa dan berkuda adalah tantangan yang paling menguras energi. Apalagi, ini adalah pengalaman pertamanya berinteraksi dengan kuda secara profesional. Berkuda adalah workshop pertama yang ia jalani.
Peraih Piala Citra 2017 ini mengakui sempat ada rasa takut, terutama saat harus berkuda di medan ekstrem seperti kawasan Gunung Bromo.
"Kalau berkuda, ini pertama kali aku belajar berkuda. Awalnya takut, tapi ternyata menyenangkan naik kudanya. Aku dan Arya juga latihan di Jakarta.Tapi kudanya berbeda dengan yang kita pakai syuting di Bromo. Jadi lumayan takut, " kenang bintang film The Architecture of Love ini.
| Baca Juga: Karakternya Punya Luka Batin, Anya Zen Didampingi Psikolog Saat Syuting 'Lobang Buaya'
Beruntung Putri dibantu Arya Saloka yang jadi lawan mainnya. Arya juga melakukan pelatihan intensif berkuda.
"Tapi karena ada Arya yang sudah master, jadi Arya lumayan mengajarkan sedikit-sedikit di Bromo," tutup Putri. (*)







