Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Olahraga kini menjadi bagian gaya hidup banyak orang, mulai dari berlari, bersepeda, bermain tenis, hingga berlatih di pusat kebugaran. Namun semangat berolahraga yang tidak diimbangi persiapan dan pemulihan memadai dapat berujung cedera.

Intensitas latihan yang terlalu tinggi, teknik gerakan yang kurang tepat, postur tubuh yang tidak optimal, kurangnya latihan penguatan otot, hingga pemanasan dan pendinginan yang tidak adekuat membuat tubuh bekerja di luar kemampuannya.

Dokter Spesialis Akupunktur Medik Subspesialis Analgesi dan Anestesi, dr. R. Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp.Akp, Subsp. A.A. (K), menjelaskan bahwa olahraga sejatinya memberi banyak manfaat bagi jantung, paru, otot, dan metabolisme. Persoalan muncul ketika beban latihan tidak lagi seimbang dengan kemampuan tubuh untuk beradaptasi.

“Intensitas latihan yang terlalu tinggi, teknik gerakan yang kurang tepat, postur yang tidak optimal, kurangnya latihan penguatan otot, pemanasan dan pendinginan yang tidak adekuat, serta pemulihan dan asupan nutrisi yang kurang baik dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan setelah berolahraga hingga cedera olahraga,” ujar dr. Handaya di Jakarta baru-baru ini.

| Baca Juga: Pahami Pentingnya Hidrasi, Proses Pemulihan Tubuh usai Lari

Cedera olahraga tidak selalu berawal dari benturan. Gerakan berulang dengan beban berlebihan juga bisa perlahan menimbulkan masalah, mulai dari nyeri otot, kram, keseleo ringan, hingga robekan otot, cedera ligamen dan tendon, dislokasi, bahkan patah tulang.

Penanganan awal yang umum dikenal adalah PRICE, yaitu Protect, Rest, Ice, Compression, dan Elevation, untuk mencegah kerusakan jaringan lebih luas.

Namun pertolongan pertama hanyalah awal. Setelah fase itu, tubuh perlu dikembalikan bertahap ke fungsi normal, mulai dari mengendalikan nyeri, mengetahui penyebab cedera, membangun kembali fleksibilitas dan kekuatan otot, hingga menghindari gerakan berlebihan agar cedera tidak berulang.

Di sinilah rehabilitasi menjadi bagian penting perjalanan pemulihan.

| Baca Juga: Anak Ikut Lari? Jangan Langsung Duduk Setelah Finis, Ini yang Wajib Dilakukan

Kesalahpahaman yang kerap terjadi adalah menganggap hilangnya rasa sakit sebagai tanda tubuh telah sepenuhnya pulih. Padahal nyeri hanya salah satu tanda yang dirasakan tubuh.

Di baliknya bisa ada jaringan yang masih membutuhkan waktu memperbaiki diri atau fungsi gerak yang belum kembali optimal. Karena itu, pemulihan cedera olahraga membutuhkan pendekatan menyeluruh, dengan pengobatan yang dapat dikombinasikan bersama fisioterapi dan rehabilitasi medis.

1 2

Tags: