Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Keringat adalah mekanisme alami tubuh untuk menjaga suhu, biasanya muncul saat cuaca panas atau tubuh beraktivitas fisik. Namun pada sebagian orang, keringat bisa keluar berlebihan tanpa pemicu yang jelas, bahkan saat sedang beristirahat.

Kondisi ini secara medis dikenal sebagai hiperhidrosis.

"Pada sebagian orang, produksi keringat dapat terjadi secara berlebihan, bahkan ketika seseorang tidak sedang kepanasan, berolahraga, atau melakukan aktivitas berat apa pun," ujar dr. Irwan Saputra Batubara, Sp.D.V.E, Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika RS Pondok Indah – Puri Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Hiperhidrosis terbagi menjadi dua jenis. Hiperhidrosis primer biasanya muncul di area tertentu seperti ketiak, tangan, kaki, atau dahi, mulai terlihat sejak kanak-kanak hingga remaja, dan diduga berkaitan dengan faktor genetik.

| Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Ini 5 Tips Aman dari dr Tirta

Sementara hiperhidrosis sekunder muncul di seluruh tubuh dan biasanya terkait kondisi medis seperti diabetes, gangguan tiroid, atau efek samping obat, umumnya baru muncul saat dewasa.

Salah satu bentuk yang paling sering menjadi masalah adalah hiperhidrosis aksila, yaitu keringat berlebih di ketiak yang membuat pakaian cepat basah, memicu kekhawatiran soal bau badan, hingga menimbulkan iritasi kulit.

Deodoran oles dan suntik botox menjadi pilihan penanganan awal, meski botox hanya bertahan sekitar empat hingga enam bulan.

Jika cara-cara tersebut belum efektif, dokter dapat mempertimbangkan prosedur bernama Advance Sweat Reduction, tindakan minimal invasif untuk mengurangi kelenjar keringat di ketiak.

| Baca Juga: Nyeri Lutut Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Gangguan Fungsi Sendi

Sebelum tindakan, dokter memetakan area paling aktif berkeringat menggunakan starch-iodine test, lalu memberi anestesi lokal.

Prosedur dilakukan dengan teknik laser assisted liposuction melalui sayatan kecil untuk mengikis dan menyedot kelenjar keringat target, berbeda dari liposuction biasa yang bertujuan membentuk kontur tubuh. "Walaupun alat dan teknik yang digunakan serupa, tujuan dan efek keduanya berbeda," jelas dr. Irwan.

1 2

Tags: