Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Pola makan yang terlalu sering menyajikan rasa kuat dapat membuat lidah anak terbiasa dan enggan menerima makanan rumahan yang lebih sederhana. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu dysbiosis, yaitu ketidakseimbangan mikroorganisme di usus.

"Segala sesuatu yang berlebihan itu menjadi tidak baik. Akhirnya yang tadinya kita seimbangkan dengan sedikit baiknya menjadi rusak atau terjadi ketidakseimbangan atau dysbiosis usus," tutur Dr. Nurul.

| Baca Juga: Susah Tidur di Malam Hari? 5 Makanan Ini Bisa Bantu Terlelap Lebih Cepat

Gangguan pencernaan sendiri masih menjadi keluhan dominan orang tua. Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengungkapkan sekitar 25 persen keluhan ibu yang datang ke tenaga kesehatan berkaitan dengan masalah pencernaan anak, merujuk penelitian di lebih dari 100 negara sepanjang 2000-2018.

Sayangnya, penelitian di Medan bersama Universitas Sumatera Utara mendapati bahwa 75 persen ibu di Indonesia belum memahami cara menangani dan mencegah diare serta konstipasi pada anak.

Di sinilah pentingnya parental reassurance, yakni penjelasan dan keyakinan yang diberikan kepada orang tua mengenai kondisi anak.

Dr. Ray merujuk penelitian spesialis anak Prof. Badriul Hegar Syarif, yang menunjukkan lebih dari 50 persen kasus gangguan pencernaan yang dibawa ke dokter sebenarnya dapat teratasi hanya dengan reassurance yang tepat.

| Baca Juga: Sering Kencing Pada Ibu Hamil Namun Disertai Rasa Perih, Waspadai Infeksi Ini

Edukasi yang mudah dipahami akan membantu orang tua mengenali apa yang normal dan kapan harus mencari pertolongan medis, tanpa panik berlebihan namun juga tidak mengabaikan gejala penting.

"Sistem pencernaan itu adalah satu-satunya pintu masuk semua yang akan dipakai si kecil sampai menjadi individu yang dewasa di kemudian hari," ujar Dr. Ray.

Karena itu, perhatian terhadap usus anak semestinya tidak menunggu munculnya diare, sembelit, atau keluhan lain, melainkan dibangun sejak fondasi awal kehidupannya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: