Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Karina Salim cukup lama tak muncul di layar lebar. Aktris dan penyanyi 35 tahun ini rupanya sangat menikmati hari-harinya sebagai praktisi kebugaran dengan menjadi instruktur Pilates.

Keseriusan Karina di bidang wellness dibuktikan melalui lisensi resmi kepelatihan Pilates yang ia miliki. Untuk mendapatkan lisensi internasional tersebut, Karina menempuh pendidikan profesional selama satu tahun penuh.

"Iya, aku mengambil sekolah sertifikasi terlebih dahulu. Waktu itu masa belajarnya kurang lebih memakan waktu sampai satu tahun. Sekolahnya aku tempuh di Indonesia, tapi lisensi dan sertifikasinya langsung dari Amerika Serikat," jelas Karina Salim saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

Ia menambahkan bahwa rekam jejaknya sebagai balerina mempermudah proses adaptasi keilmuan fisik tersebut.

| Baca Juga: Teror Rephaim Terungkap dalam Trailer Resmi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah

"Kebetulan karena aku memang memiliki latar belakang (basic) balet, jadi ilmunya sangat menyambung dan sangat memudahkan aku saat mendalami pilates," tuturnya.

Karina telah merealisasikan kecintaannya pada balet dan kebugaran dengan mendirikan studio miliknya sendiri yang mengintegrasikan kedua disiplin ilmu fisik tersebut.

"Kalau untuk dunia wellness, sebenarnya aku sendiri sudah memiliki studio. Di sana mencakup kelas tari, balet dan juga wellness. Jadi semuanya memang saling berkesinambungan satu sama lain," jelasnya.

Karina bahkan berandai andai, suatu saat nanti bisa menyalurkan bakat menarinya ke layar lebar melalui karakter penari balet.

| Baca Juga: Sering Dapat Peran Berat, Christine Hakim Jaga Mental dengan Rutin Baca Yasin

"Mau banget, pastinya mau sekali!" seru wanita yang juga cicit pahlawan nasional Haji Agus Salim ini.

Selektif Pilih Peran Hingga Tertarik Jadi 'Psiko'

Kesibukannya sebagai pengajar wellness dan pilates, membuat Karina kini lebih selektif dalam menerima tawaran peran di dunia seni peran. Setelah cukup lama vakum dari layar lebar, Karina memutuskan untuk kembali berakting lewat proyek film horor bertajuk Hasut.

Kesempatan memerankan karakter dengan kepribadian yang tidak stabil menjadi motivasi utamanya untuk memprioritaskan proyek film ini.

"Iya, aku masih mengajar, karena pastinya itu sudah menjadi bagian dari daily life aku juga. Namun, betul juga kalau dibilang sekarang aku lebih memilih peran," akunya.

| Baca Juga: Darius Sinathrya dan Acha Septriasa Terjebak Pernikahan Penuh Dusta di Serial Terbaru

"Maksudnya, aku melihat karakternya atau ceritanya. Kebetulan aku memang ingin sekali memerankan karakter yang agak psiko. Karena ada kesempatan di film Hasut, aku memprioritaskan proyek film ini," papar Karina.

Terkait pembagian waktu antara syuting dan mengajar, Karina mengaku tidak mengalami hambatan yang berarti.

"Kalau untuk urusan mengajar, kebetulan kelasku kebanyakan kelas privat, jadi jadwalnya aman dan sangat fleksibel untuk diatur," tambahnya.

Sengaja Menghindari Meditasi demi Karakter Vira

Meski akrab dengan meditasi dalam kehidupan sehari-harinya, Karina justru mengambil langkah kontras selama proses produksi Hasut. Ia sengaja menolak bermeditasi demi menjaga kondisi mental karakter yang ia perankan.

"Tidak, sih. Kalau khusus untuk karakter Vira ini, aku justru malah sengaja menghindari meditasi. Karena memang tuntutan karakternya seperti itu. Nanti silakan ditonton saja ya," tutur Karina.

Di sisi lain, adegan meditasi tetap dihadirkan dalam visual film tersebut. Karina sendiri tidak merasa khawatir adegan tersebut akan memicu persepsi mistis atau konotasi negatif dari penonton terhadap praktik meditasi itu sendiri.

"Ada, adegan meditasinya memang ada. Tapi kalau kekhawatiran itu sih tidak ya, aman," tegasnya singkat.

Rutinitas Meditasi Pribadi untuk Kejernihan Pikiran

Di luar urusan pekerjaan film, meditasi tetap menjadi instrumen pemulihan energi utama bagi Karina. Istri Aldy Primanda ini tidak menjadwalkannya secara kaku, melainkan menjadikannya respons tanggap saat kapasitas energinya terkuras.

| Baca Juga: Habiskan Waktu 9 Tahun, Sutradara Kamila Andini Nyaris Nyerah Garap 'Empat Musim Pertiwi'

"Bukan yang sifatnya rutin terjadwal setiap hari, tapi tetap menjadi prioritasku. Kalau aku merasa bandwidth atau kapasitas energiku sudah mulai habis atau bateraiku lowbat, hal pertama yang aku lakukan adalah meditasi," ungkap ibu satu anak ini.

Berbeda dari kebanyakan orang yang bermeditasi di pagi hari, Karina memilih waktu sore dengan durasi singkat atau saat energi sudah mulai menurun. Durasinya pun tidak lama, paling sekitar 15 sampai 20 menit saja.

"Manfaatnya sangat banyak. Pikiran menjadi jauh lebih fokus dan kita mendapatkan kejernihan (clarity) di kepala tentang apa yang harus kita lakukan," papar Karina. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: