Kisah Personal dari Produser di Balik Lahirnya Film Ibadah dan Cinta
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Film Ibadah dan Cinta hadir sebagai drama romantis yang bukan hanya menyentuh kisah percintaan, tetapi juga mengajak penonton merenungkan hubungan dengan keluarga, sahabat, dan Tuhan. Berlatar kehidupan pesantren, film garapan sutradara Jastis Arimba ini membawa cerita yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Di balik lahirnya film ini, produser Rendy Gunawan mengungkapkan kisah yang sangat personal. Ide Ibadah dan Cinta muncul setelah ia mengunjungi sebuah pesantren di Cianjur, Jawa Barat, yang meninggalkan kesan mendalam.
“Suasana pesantren di sana sangat syahdu, sangat tenang. Sepulang dari sana saya merasa terpanggil untuk membuat sebuah film yang berlatar di pesantren tersebut,” ujar Rendy Gunawan kepada media di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026).
Bongkar Skenario Lama dan Inspirasi Buah Manggis
"Namun pertanyaannya saat itu: film dengan cerita seperti apa? Waktu saya di pesantren, saya disajikan berbagai makanan lokal, salah satunya buah manggis. Kalau rekan-rekan perhatikan di poster dan di film tadi, buah manggis itu menjadi salah satu ciri khas yang penting," kenangnya.
| Baca Juga: Tampil Berhijab di Film Ibadah dan Cinta, Indah Permatasari Dipuji Sang Suami
Saat itu Rendy mengaku belum punya ceritanya. Sampai ia ingat ada satu draf skenario yang sudah selesai ditulis bertahun-tahun lalu dan pernah ditawarkan kepadanya, tapi belum sempat saya baca.
"Malam itu juga saya minta skenario tersebut dikirimkan. Saya baca tuntas dari jam 10 malam sampai jam 2 pagi. Dan saya terkejut, ternyata latar dan jiwa ceritanya sangat mirip dengan pesantren yang baru saja saya kunjungi," jelasnya.
Lebih dari sekadar kisah cinta, Rendy mengaku film ini juga merefleksikan perjalanan hidupnya sebagai seorang ayah.
“Bagi saya, ujian terberat dalam hidup adalah mengikhlaskan. Seperti kedua anak saya yang harus merantau mengejar cita-cita. Setiap kali melihat adegan Santun berpamitan kepada orang tuanya, saya selalu meneteskan air mata,” ungkapnya.
| Baca Juga: Indah Permatasari - Achmad Megantara Kenang Momen Kocak Syuting Film 'Ibadah dan Cinta' di Australia
Achmad Megantara Bicara Pertobatan
Sementara itu, Achmad Megantara mengatakan karakter Riko mengajarkannya tentang makna taubat dan kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih baik.
"Pelajaran dari karakter Riko ini sangat besar sekali. Harapannya, saya dan teman-teman semua yang menonton bisa berkontemplasi kembali tentang bagaimana hubungan diri kita kepada Sang Pencipta, hubungan kita dengan Rabb kita," jelasnya.
Sebagai manusia, memang makhluk yang penuh dengan kesalahan, penuh dengan dosa. Namun, hal yang sering kita lupakan adalah yang namanya pertaubatan atau permintaan maaf dari seorang hamba kepada Tuhan itu pintunya akan selalu terbuka.
Ia menambahkan, ketulusan hati untuk berubah adalah hal yang paling penting di hadapan Tuhan.
| Baca Juga: Nadzira Shafa Ubah Naskah 'Ibadah dan Cinta' Jadi Novel Sekaligus Lagu
“Tuhan tidak akan pernah melihat kecacatan atau kejelekan seorang hamba-Nya. Yang dilihat adalah ketulusannya ketika ingin bertaubat dan menjadi lebih baik," ungkapnya.
Diproduksi oleh Sinemata Buana Kreasindo, Ibadah & Cinta dibintangi Achmad Megantara, Indah Permatasari, Mathias Muchus, Elma Theana, Adhin Abdul Hakim, Berlliana Lovell, Sita Permata Sari, Stevan Rizky, Nadzira Shafa, Didi Hasyim, Erwin Rakiman, Irene Librawati, dan Jamie Aditya.
Film ini menawarkan kisah tentang cinta, pengorbanan, keikhlasan, serta hangatnya hubungan orang tua dan anak yang dibalut dengan nilai-nilai kebajikan.
Kehidupan Rico (Achmad Megantara), pemuda berasal dari Australia yang hidup tanpa arahdi Melbourne, berubah saat ia jatuh cinta pada Santun (Indah Permatasari), putri Kyai Umar(Mathias Muchus), ustadzah muda yang setia menjaga tradisi pesantren, sembari ia sendiri mulai belajar sholat dan menemukan kembali imannya.
Namun di tengah tekanan keluarga,kampung, dan agama, keduanya harus menjawab satu pertanyaan: apakah cinta mereka ujian,atau pertanda? (*)







