Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Meski belum ada titik terang, Mansyur tetap memegang keyakinan bahwa putranya, yang tak menyelesaikan kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Uhamka itu, masih dalam keadaan selamat.

Mansyur menceritakan, putranya tidak menyelesaikan pendidikan karena sudah tertarik dengan profesi sebagai pewarta foto. M. Bagus Khoirunnas bergabung dengan Antara sejak 2018 di Banten. Mansyur memberi kebebasan kepada putranya selama ia menyenangi pekerjaan tersebut.

| Baca Juga: Dari Siaran Radio ke Pita Kuning: Perjalanan Pandji dan Steny Menemani Anak-Anak Kanker

Menurutnya, meski belajar secara otodidak, hasil jepretan putranya selalu bagus. "Awalnya dia kirim foto ke Antara, tayang, dia senang. Sejak itu dia fokus jadi fotografer," ujarnya.

Dengan kamera bekas, Bagus bekerja penuh keyakinan. "Saya kasih dia kamera, dia membuktikan karya foto menarik. Foto-fotonya penuh pesan menyemangati, membangun," terangnya.

Kepada banyak orang, Mansyur berusaha menahan kesedihan, namun sesekali terlihat bicara emosional, mungkin karena ketidakpastian mengenai keberadaan anaknya.

Malam itu, Mansyur masih terlihat di sekitar posko Basarnas. Ia sempat mampir ke dapur umum di area posko dan kembali bercerita tentang putranya. Wartawan Vivia Media ikut mendengarkan obrolan tersebut. Hingga pukul 20.00 WIB, ia belum beranjak dari kawasan posko.

Posko pencarian orang hilang yang didirikan Basarnas di Pandeglang, Banten
Posko pencarian orang hilang yang didirikan Basarnas di Pandeglang, Banten. Foto: Reza Wibisono

Dengan perasaan bangga, Mansyur mengungkapkan salah satu foto hasil jepretan M. Bagus Khoirunnas saat erupsi Gunung Anak Krakatau diminati oleh Presiden Prabowo Subianto. "Presiden Prabowo suka foto itu, dia beli," terangnya.

Mansyur menegaskan, ia sangat bangga putranya memilih profesi sebagai pewarta foto. "Saya bangga banget. Puas melihat karyanya luar biasa," ucapnya.

Selain hobi foto, Bagus juga gemar bermain musik. "Dia jurnalis pembangunan, penuh motivasi," katanya.

Delapan tahun Bagus berkarya, Mansyur sangat bangga. "Dia wartawan lokal, tapi karyanya luar biasa. Saya puas melihat jepretannya," ujarnya.

| Baca Juga: Cerita Allyssa Hawadi, Sembilan Tahun Menunggu Menjadi Ibu Lewat Bayi Tabung

1 2 3

Tags: