Berdamai dengan Penuaan, Luna Maya Tanggapi Santai Cibiran Netizen Soal Wajahnya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleLuna Maya berpendapat, orang yang takut tua atau tidak menghargai proses tersebut, artinya tidak menghargai atau menerima ketetapan semesta.
"It's does not embrace this universe. Itu kan ciptaan Tuhan. Jadi kalau menolaknya, sama saja melenceng dari keyakinan tersebut," papar wanita kelahiran Denpasar 26 Agustus.
Bagikan Kunci Sehat dan Bahagia
Ketika disinggung mengenai rahasia kebugaran dan metode menjaga fisik tetap awet muda, Luna membantah anggapan bahwa gaya hidup sehat menuntut pengeluaran biaya yang fantastis. Kunci utamanya justru terletak pada koneksi batin dengan alam terbuka.
| Baca Juga: Luna Maya Bangun TK di Flores, Wujudkan Keinginan Tante Sebelum Meninggal
"Tips sehat, salah satunya adalah jalan-jalan (traveling). Tapi jalan-jalan itu tidak harus selalu diartikan sesuatu yang mahal, mewah, atau pergi jauh ke luar negeri," ujarnya.
Ia bahkan membandingkan kehidupannya dengan masyarakat di daerah pelosok yang menurutnya memiliki privilese udara bersih dan pemandangan asri alami.
"Banyak teman-teman kita yang tinggal di pelosok Indonesia, di daerah timur, atau di pesisir pantai seperti Aceh—yang bahkan halaman rumahnya langsung menghadap ke alam yang indah. Saya justru merasa iri (sirik) positif dengan mereka, karena pemandangan alamnya luar biasa indah tanpa harus pergi ke mal atau ke luar negeri," ungkap Luna.
Kecintaan Luna terhadap alam didasari oleh prinsip keseimbangan hidup serta menjaga kelestarian lingkungan.
| Baca Juga: Profil Calon Istri Andre Taulany, Amanda Rigby yang Punya Bisnis dan Jago Main Bola
"Kuncinya adalah keseimbangan (balance) dan dekat dengan alam. Kita harus menghargai alam: jangan dikotori, jangan dirusak. Bersantai sambil membaca buku di gunung atau menikmati alam terbuka itu sangat membantu menyegarkan pikiran dan menjaga kesehatan," jelas Luna Maya.
Bungsu dari dua bersaudara ini mengaku belajar dari ibunya Maya adalah Desa Maya Waltraud Maiyer atau Waltraud Maria Maier yang sangat dekat dengan alam sebagai upaya menjaga keseimbangan hidup.







