Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Jangan buru-buru menganggap kumis kucing hanya bagian dari penampilan. Rambut panjang di sekitar wajah tersebut, yang secara ilmiah disebut vibrissae, merupakan alat sensorik yang membantu kucing membaca lingkungan di sekitarnya.

Kumis kucing memiliki akar yang lebih dalam dibandingkan rambut biasa dan dikelilingi banyak pembuluh darah serta saraf.

Karena itu, kumis sangat peka terhadap sentuhan dan perubahan aliran udara. Informasi yang diterima kemudian diteruskan ke otak untuk membantu kucing menentukan posisi benda di sekitarnya.

Kenapa kucing punya kumis?

Fungsi kumis tidak berhenti sebagai antena di wajah. Kucing menggunakannya untuk memperkirakan jarak, mengenali bentuk benda, sampai mengetahui apakah tubuhnya bisa melewati celah tertentu.

| Baca Juga: Damkar Kebayoran Lama Evakuasi Kucing Melahirkan yang Terjepit di Redaksi Vivia dan Nyata

Menariknya, kumis di kedua sisi wajah umumnya memiliki panjang yang sebanding dengan lebar tubuh kucing.

Jadi, saat kumis menyentuh kedua sisi sebuah celah, kucing bisa mendapat petunjuk bahwa ruang tersebut terlalu sempit untuk dilewati.

Kumis juga membantu ketika kucing berada di tempat minim cahaya. Perubahan aliran udara di sekitar kumis dapat memberikan informasi tentang keberadaan benda atau gerakan di dekatnya.

Dilansir dari VCA Animal Hospitals, menyebut kumis berfungsi seperti sensor radar yang membantu kucing bernavigasi, berburu, dan menghindari rintangan.

| Baca Juga: Ini yang Sering Luput Saat Memilih Makanan untuk Kucing

Apakah kumis kucing memang didesain khusus?

Kalau yang dimaksud adalah apakah kumis memiliki bentuk dan fungsi yang sangat sesuai dengan kebutuhan kucing, jawabannya iya.

Namun, secara ilmiah lebih tepat menyebutnya sebagai struktur sensorik yang berkembang dan beradaptasi untuk membantu kucing bertahan hidup, bukan menyimpulkan adanya proses desain tertentu.

Menariknya, kumis juga tidak hanya berada di samping hidung. Kucing dapat memilikinya di atas mata, dagu, dan bagian belakang kaki depan.

Kenapa kumis kucing tidak boleh dipotong?

Memotong kumis memang tidak sama dengan memotong bagian kulit, sehingga batang kumis itu sendiri tidak merasakan sakit seperti jaringan hidup. Namun, tindakan tersebut tetap tidak dianjurkan.

| Baca Juga: Sering Bersembunyi dan Mengeong? Kenali Tanda-Tanda Kucing Stres

Dilansir dari PetMD, memotong kumis dapat mengurangi informasi sensorik yang biasa diterima kucing.

Perubahan mendadak ini bisa membuat kucing bingung dan stres. Jika folikelnya tidak rusak, kumis akan tumbuh kembali dan membutuhkan sekitar enam minggu hingga tiga bulan untuk kembali berfungsi optimal.

Perlu diketahui, kumis yang jatuh satu atau dua helai secara alami bukan alasan untuk panik. Namun, jika banyak kumis rontok sekaligus atau disertai perubahan pada kulit dan bulu, sebaiknya diperiksakan ke dokter hewan.

Apakah semua kucing punya kumis yang sama?

Tidak persis. Pola dan lokasi kumis dapat berbeda berdasarkan individu maupun ras. Sebagian besar kucing memiliki sekitar 12 kumis di setiap sisi pipi, tetapi bentuk dan susunannya dapat bervariasi.

Jadi, kucing domestik berbulu pendek, berbulu panjang, maupun ras tertentu, fungsi dasar kumisnya tetap sama: (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: