Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Kepergian Arbas yang begitu mengejutkan membuat keluarga akhirnya percaya bahwa apa pun yang terjadi sudah menjadi kehendak takdir.

| Baca Juga: Penantian Mansyur, Ayah Jurnalis Antara yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau

“Saya percaya bahwa tidak ada satu pun daun yang jatuh jika tidak karena Allah. Di sana saya belajar untuk menata hati saya agar dapat menerima apa pun yang Allah takdirkan untuk saya,” kata Yanti.

Sebagai istri, ia berharap cepat atau lambat akan memperoleh kabar baik dari seluruh korban, meski harapan tersebut sangat tipis.

“Berusaha untuk tawakal dan ikhlas lillahi ta’ala serta belajar beradaptasi dengan perubahan yang akan datang dalam kehidupan kami,” ucapnya.

Kendati berusaha menerima kehilangan itu, Yanti mengaku harapan belum sepenuhnya padam.

Momen saat tabur bunga di Pantai Pagedongan
Momen saat tabur bunga di Pantai Pagedongan. Foto: Istimewa

“Insya Allah saya ikhlas dengan apa pun yang sudah menjadi ketetapan Allah, tetapi sebagai manusia harapan dan ikhtiar tetap masih ada karena tidak ditemukan apa pun jejak selama 10 hari pencarian,” harapnya.

Karena itu, setelah operasi SAR resmi dihentikan, Yanti masih berharap para nelayan yang beraktivitas di sepanjang pesisir Banten hingga Lampung dapat menemukan tanda-tanda yang menunjukkan keberadaan rombongan.

Harapan itu sejalan dengan pernyataan tim SAR gabungan yang memastikan pencarian masih dapat kembali dilakukan apabila muncul informasi baru. Informasi tersebut dapat berasal dari masyarakat, nelayan, kapal yang melintas, maupun pihak lainnya yang menemukan petunjuk terkait KM Arupadatu I.

Yanti tidak pernah menyangka kepergian Arie bersama rekan-rekannya untuk meliput Gunung Anak Krakatau hari itu akan berujung tanpa kabar hingga kini. Menurutnya, kondisi kesehatan Arie hari itu kurang sehat, tetapi ia tetap berangkat. Yanti mengizinkan karena ada penugasan dari kantor.

| Baca Juga: Tim Gabungan Perluas Area Pencarian Jurnalis dan Awak yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau

“Firasat tidak ada, Mas, hanya saya merasa berat karena pada saat berangkat Arbas sedang kurang enak badan,” jelasnya.

1 2 3

Tags: