Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Caitlin Halderman tampil jauh berbeda dalam Viu Original The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan), produksi Malaysia. Demi memerankan Riska, sosok pekerja migran, penampilan Caitlin dibuat lebih kusam, dekil dan belang hingga orang-orang terdekatnya sempat tidak mengenalinya.

Riska merupakan perempuan Indonesia yang bekerja di rumah sebuah keluarga terpandang di Malaysia. Dalam kesehariannya, ia tampil sederhana dengan riasan yang sangat minimal.

Aktris 26 tahun ini mengungkapkan, perubahan tersebut membantunya meninggalkan citra yang selama ini dikenal penonton guna masuk lebih dalam ke kehidupan Riska.

“Sampai ada yang bilang, ‘Oh my God, I didn’t even recognize you.’ Mereka sampai tidak sadar.itu aku karena perbedaannya sangat jauh. Aku dibuat terlihat dekil dan belang. Itu juga membantu aku masuk ke karakter,” ujar Caitlin dalam media screening The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).

| Baca Juga: Dari Jurnalis ke Perempuan Malam, Caitlin Halderman Miliki Dua Sisi di 'Jakarta Undercover'

Bagi Caitlin, keberhasilan transformasi tersebut terasa ketika teman-temannya tidak langsung mengenali dirinya dalam materi promosi serial itu.

“Secara penampilan, ini benar-benar bukan aku yang biasanya. Kali ini aku dibuat sebisa mungkin agar tidak terlihat seperti Caitlin sama sekali. Sepertinya mereka berhasil,” katanya.

“Bahkan teman-teman aku yang melihat materinya sebelum diunggah langsung bereaksi, ‘Gila,ini siapa?’ Itu memang salah satu target aku dalam proyek ini,” lanjutnya.

Buktikan Totalitas : Perubahan Penampilan Hingga Tekanan Ketakutan

Perubahan fisik bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi Caitlin. Riska juga memiliki cerita latar dan beban emosi yang membuat perannya tidak hanya mengandalkan ekspresi ketakutan.

| Baca Juga: Film Baim Wong Masuk Pertimbangan 8 Kategori IFFA Awards 2026

Caitlin menyebut unsur drama dalam The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) lebih kuat dibandingkan beberapa proyek horor yang pernah ia mainkan sebelumnya.

“Lapisan emosinya lebih tebal karena karakter aku punya cerita latar sendiri. Rasa takutnya tetap ada, tetapi pada saat yang sama ada rasa sedih dan bersalah. Jadi, ada banyak lapisan.emosi dalam serial ini,” tuturnya.

Untuk memahami kehidupan Riska, Caitlin mempelajari berbagai cerita mengenai pekerja migran Indonesia. Riset dilakukan melalui film, podcast, pemberitaan, serta diskusi bersama tim produksi di Malaysia.

"Aku juga ngobrol dengan Kak Ain dan tim Viu Malaysia untuk memahami seperti apa kehidupan pekerja rumah tangga di Malaysia karena sepertinya ada perbedaan. Pendalaman perannya lebih banyak dilakukan dari situ,” ujar Caitlin.

| Baca Juga: Dua Film Beda Genre, Gema Picture Garap 'Tuyul Second' dan 'Personal Berondong'

Perdana Syuting di Negara Lain dan Rasakan Ritme Kerja Berbeda

Produksi serial ini sekaligus menjadi pengalaman pertama Caitlin menjalani syuting di luar Indonesia. Ia berada di Malaysia selama sekitar 1,5 bulan, mulai dari praproduksi hingga pengambilan gambar. Caitlin mendapat pengalaman baru ketika menjalani proses syuting di luar Indonesia.

"Ini pertama kalinya aku syuting di luar negeri. Mungkin bisa dibilang jadi ketagihan,” ujar Caitlin.

Meski berada jauh dari rumah, Caitlin mengaku tidak kesulitan beradaptasi. Sambutan hangat dari para pemain dan kru membuatnya merasa diterima selama menjalani produksi.

“Aku merasa sangat diterima dan dekat dengan semua orang. Rasanya seperti berada di Indonesia, tetapi jauh dari rumah, karena mereka sangat welcoming,” katanya.

| Baca Juga: Film 'Beautiful Pain' Rilis Trailer, Nikita Mirzani Kirim Rekaman Suara dari Penjara

Wanita berdarah Belanda dan Minang ini juga menemukan perbedaan antara proses produksi di Indonesia dan Malaysia. Salah satunya terlihat dari suasana kerja yang menurutnya lebih santai, meskipun jumlah adegan yang diselesaikan dalam sehari cukup banyak.

“Aku sempat berpikir, ‘Syuting di Malaysia memang sesantai ini, ya?’ Aku kaget banget. Ada yang bilang bahwa dalam sehari mereka bisa mengerjakan 20 adegan. Aku sudah kena mental duluan mendengar angka 20 adegan, tetapi ternyata pengerjaannya cepat sekali,” tuturnya.

Dikerjakan Tim Produksi Kecil Hingga Adu Akting dengan Para Legend

Menurut Caitlin, tim produksi di Malaysia juga beranggotakan lebih sedikit dibandingkan produksi yang biasa ia jalani di Indonesia. Kondisi itu sempat membuatnya canggung karena perhatian kru terasa lebih terpusat kepada para pemain.

| Baca Juga: Andre Royo Siap Terlibat Film Indonesia, Tertarik Cerita dari Cheverly Amalia

“Kalau di Indonesia, tim produksinya bisa sangat besar, bahkan ratusan orang. Di sana timnya lebih kecil. Lama-lama aku nyaman dengan tim seperti ini, meskipun awalnya agak malu,” ucap bintang film Baby Udon ini.

Pengalaman tersebut semakin berkesan karena Caitlin berkesempatan beradu akting dengan sejumlah nama besar Malaysia, termasuk Datin Sri Umie Aida, Amerul Affendi, Meerqeen, dan Hannah Delisha.

Caitlin mengaku baru mengetahui reputasi para pemain senior tersebut setelah orang-orang di sekitarnya menyebut mereka sebagai legenda industri hiburan Malaysia.

"Awalnya aku enggak tahu. Lalu orang-orang bilang, ‘Kamu lagi main sama legenda-legenda Malaysia.’ Menurut aku, mereka sangat rendah hati dan terbuka,” katanya.

| Baca Juga: Bikin Netizen Kaget, Indra Bekti Ternyata Pernah Jadi Pengisi Suara Anime Jadul Ini

Interaksi dengan para pemain Malaysia tidak hanya berlangsung di depan kamera. Caitlin juga bertukar cerita mengenai industri hiburan di kedua negara.

“Mereka terbuka untuk berkomunikasi dan belajar soal seperti apa industri di Indonesia. Aku pun belajar tentang industri di Malaysia, termasuk seperti apa industrinya dahulu. Jadi, wawasan aku sangat diperluas oleh mereka,” ujarnya.

Dalam The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan), Caitlin memerankan Riska, perempuan.Indonesia yang bekerja di rumah keluarga Puan Sri Asyikin (Datin Sri Umie Aida).

Kehadiran Riska menjadi bagian penting dari misteri yang menyelimuti keluarga tersebut setelah kematian sang kepala keluarga. Di tengah gangguan yang terus bermunculan, penghuni rumah mulai saling mencurigai dan mempertanyakan rahasia yang disimpan orang-orang terdekat mereka.

Selain Caitlin Halderman dan Datin Sri Umie Aida, serial horor psikologis sebanyak 12 episode ini juga dibintangi Meerqeen, Hannah Delisha, dan Amerul Affendi. Serial horor psikologis sebanyak 12 episode tersebut dapat disaksikan secara eksklusif di Viu mulai 18 September 2026. (*)

1 2 3 4 SHOW ALL

Tags: