5 Alasan Kucing Suka Dielus, Jangan Asal Sentuh Bagian Tubuh Ini!
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Bagi banyak kucing, sentuhan lembut memang bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Namun, bukan berarti semua bagian tubuh mereka boleh disentuh sesuka hati.
Ada alasan mengapa pipi dan dagu sering jadi titik favorit, sementara perut justru bisa membuat kucing berubah mode dalam hitungan detik.
Menurut The Spruce Pets, elusan tangan manusia memberikan sensasi serupa grooming yang diterima kucing sejak masih kecil.
Sementara itu, pakar perilaku kucing Lauren Finka menjelaskan kepada BBC Science Focus bahwa kucing punya preferensi masing-masing dan perlu diberi kesempatan menentukan apakah mereka ingin disentuh.
| Baca Juga: Leopardus Tilcayo, Spesies Kucing Baru dari Bolivia Ditemukan Setelah Lebih dari 100 Tahun
5 Alasan Kucing Suka Dielus
1. Mengingatkan pada saat dirawat induknya
Ketika masih kitten, kucing mendapat perawatan dari induknya melalui jilatan dan grooming. Sentuhan manusia yang lembut bisa terasa mirip dengan pengalaman tersebut sehingga membuat sebagian kucing nyaman.
2. Membantu membangun kedekatan
Kucing saling menggosokkan tubuh dan melakukan grooming untuk memperkuat hubungan sosial. Ketika kucing menggesekkan pipinya ke tangan, itu juga bisa menjadi cara mereka berinteraksi dan bertukar aroma.
3. Ada sensasi yang memang terasa nyaman
Bagian wajah kucing memiliki banyak kelenjar aroma dan area yang sensitif terhadap sentuhan.
| Baca Juga: Kenapa Kumis Kucing Tidak Boleh Dipotong? Ternyata Punya Fungsi Penting
Karena itu, usapan pelan di sekitar pipi, bawah dagu, atau pangkal telinga sering terasa lebih nyaman bagi kucing yang memang menyukai sentuhan.
4. Bisa membuat sebagian kucing lebih rileks
Sentuhan lembut dapat membantu kucing merasa tenang dalam situasi tertentu, terutama ketika dilakukan oleh orang yang sudah dipercaya.
Namun, efeknya tidak sama pada semua kucing dan tidak bisa dianggap sebagai terapi untuk mengatasi stres.
5. Kucing merasa punya kendali
Hal yang paling penting justru bukan seberapa lama mengelus, tetapi siapa yang menentukan waktunya.
| Baca Juga: Ini yang Sering Luput Saat Memilih Makanan untuk Kucing
Kucing yang mendekat, menggesekkan kepala, kembali meminta sentuhan, atau tetap rileks menunjukkan interaksi tersebut kemungkinan diterima dengan baik.
Bagian Mana yang Boleh Dielus?
Area yang umumnya paling aman untuk dielus adalah pipi, bawah dagu, sekitar pangkal telinga, kepala, dan leher. Mulai perlahan, lalu lihat apakah kucing mendekat atau justru menjauh.
Sebaliknya, perut dan pangkal ekor sebaiknya tidak langsung disentuh. Perut merupakan area yang rentan, sedangkan stimulasi di pangkal ekor dapat memicu respons negatif pada sebagian kucing.
Jangan Terkecoh dengan Dengkur
Kucing bisa mendengkur saat menikmati sentuhan, tetapi tanda nyaman bukan cuma suara tersebut. Perhatikan apakah tubuhnya tetap rileks, telinga mengarah normal, dan ia masih mendekat.
| Baca Juga: Sering Bersembunyi dan Mengeong? Kenali Tanda-Tanda Kucing Stres
Saat kucing mulai diam membeku, mengibaskan ekor, meratakan telinga, menjilat hidung, atau tiba-tiba menoleh tajam ke tangan, itu menjadi pertanda untuk berhenti mengelus mereka.
VCA Animal Hospitals menjelaskan bahwa sebagian kucing dapat mengalami petting aggression, yaitu kondisi ketika sentuhan yang awalnya diterima akhirnya terasa terlalu banyak. (*)







