Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Di usia 52 tahun, Anggun C Sasmi mengaku belum selesai mengenal dirinya sendiri. Setelah puluhan tahun berkarier sebagai penyanyi hingga ke panggung internasional, ia justru melangkah ke dunia yang dulu paling ia takuti, yaitu akting.

“Harus bisa humble untuk belajar ulang dari bawah. Ini yang aku senang. Aku senang kalau bisa mempelajari sesuatu yang baru,” kata Anggun saat ditemui dalam acara Pantene Hair Gloss Reom di Album Release Pep Up Experience Island Girl, Scarlet’s House, Blok M, Jakarta, Minggu (20/9).

Perempuan kelahiran Jakarta, 29 April 1974, itu mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi aktris.

“Aku nggak pernah punya cita-cita untuk berakting. Malah dulu-dulu ketakutan banget untuk akting. Ternyata aku tuh nggak mau malu-maluin diri. Cuma begitu aja,” ujarnya.

| Baca Juga: Jadi Line Up Pentas Snada Indonesia 2026, Ini Persiapan dan Aksi Panggung Anggun

Kini, di usianya saat ini, ia telah memerankan Guru Asri dalam film 'Para Perasuk' dan Amisha Hoth dalam serial 'Reacher' musim 4.

Alih-alih mencari kehidupan yang lebih tenang, Anggun mengaku mudah bosan dan justru bersemangat ketika diberi tantangan.

“Kalau aku dikasih satu challenge, wah senang, jadi ada PR. Kalau ada PR kan berarti harus research,” katanya.

Baginya, kenyamanan bukan tujuan seorang seniman. “Buat aku seniman itu nggak boleh nyaman. Karena kalau seniman itu comfort, itu tandanya sudah mati,” kata Anggun.

| Baca Juga: Serial ‘Reacher 4’ Tamat, Bagaimana Nasih Agnez Mo dan Anggun C Sasmi?

Keberanian itu berpijak pada prinsip yang sudah lama ia pegang, yakni jujur pada diri sendiri.

“Aku tuh selalu menjunjung tinggi sesuatu yang kita jalankan dengan jujur, dengan senang hati. Jadi buat aku malah bukan usaha, karena kita tidak membohongi diri sendiri, tidak menjadi orang lain. Aku jalankan saja,” tutur Anggun.

Prinsip itu diperkuat pesan orang tuanya, Darto Singo (alm) dan Dien Herdina, agar ia jangan melupakan diri sendiri dan jangan terlalu percaya dengan biodata. Pesan itu terasa nyata ketika ia meninggalkan Indonesia untuk berkarier di luar negeri.

“Ternyata status selebritas yang di sini nggak ada apa-apanya di sana. Nggak tahu siapa gitu. Jadi aku harus mulai lagi dari nol,” kenangnya.

| Baca Juga: Teaser 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati' Dirilis, Debut Benidictus Siregar Jadi Pemeran Utama

Karena itu, Anggun tidak menjadikan daftar penghargaan sebagai pegangan. “Aku bangun tiap hari nggak lihat pialaku, aku hitung ada berapa. Itu maksudnya nggak penting. Yang penting itu kan apa yang kita lakukan hari ini dan besok. Yang kemarin-kemarin ya sudah,” tuturnya.

Sikap serupa ia terapkan sebagai ibu. Ketika putrinya, Kirana Cipta Montana Sasmi, memilih kuliah psikologi di Melbourne, Australia, Anggun sempat bertanya apakah Kirana yakin, tetapi tidak ingin keraguan menjadi alasan untuk tidak mencoba.

“Misalkan kamu nggak yakin, nggak apa-apa. Jadi kamu jalanin aja dulu. Ambil aja psikologi. Tapi nanti kalau misalkan kamu mau ganti aliran, nggak apa-apa ganti aja. Karena ilmu kan nggak hilang,” kata Anggun. Soal cinta pun ia memilih tidak mengatur. “Kamu mungkin harus ketemu dengan beberapa kodok sebelum ketemu Prince Charming,” katanya.

Kekhawatiran terbesarnya justru datang dari dunia yang akan dihadapi sang anak, terutama media sosial. Anggun menilai budaya validasi membuat orang mudah menakar harga diri lewat angka.

| Baca Juga: Lisensi Tak Diakui, Perwakilan Indonesia Terancam Absen di Miss Universe 2026

“Yang aku takutkan itu adalah sosial media. Banyak sekali kejahatan yang berasal dari sistem validasi. Oh hari ini aku posting ini, yang like cuma segini. Apa ini artinya? Nggak ada artinya,” tuturnya.

Setelah bertahun-tahun tinggal di luar negeri, Anggun memilih pulang dan menetap di Jakarta.

“Kan ada tuh hashtag ‘kabur aja dulu’. Kan gue udah kabur dulu dan udah lihat di luar tuh kayak gimana. Ternyata di sini jauh lebih oke,” ujarnya. Namun ia menegaskan, “Ini memang tidak ada negara yang sempurna.”

Bagi Anggun, yang terpenting bukan panjang daftar pencapaian, melainkan keberanian untuk terus bergerak dan membuka pintu ketika kesempatan baru datang.

“Yang penting kita melakukan sesuatu sejujur mungkin dan sebaik mungkin. Itu aja sih pedoman,” tegas Anggun. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: