Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Aktris Prilly Latuconsina telah mengumumkan pengunduran dirinya dari rumah produksi Sinemaku Pictures pada Januari 2026 lalu. Prilly melepas status pemegang saham, anggota dewan direksi, hingga posisi Chief Marketing Officer (CMO) yang sebelumnya ia jabat.

Keputusan besar ini diambil Prilly demi mencari ruang kreatif yang lebih jujur serta bertanggung jawab penuh terhadap visi artistiknya sendiri.

Namun, meski telah mundur, Prilly tetap merampungkan keterlibatannya dalam proyek terbaru Sinemaku Pictures berjudul 'Memburu Pemangsa'. Film bergenre horor crime action garapan sutradara Umay Shahab ini sempat melibatkan Prilly di tahap pra-produksi sebelum ia resmi pamit.

Dalam film tersebut, Prilly tetap tampil di depan layar bersama Laura Basuki, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem. Keempatnya memerankan empat sekawan jurnalis yang mengungkap kasus kejahatan predator kekerasan terhadap anak.

| Baca Juga: Kejam! Prilly Latuconsina Kecam Aksi WNA yang Bunuh dan Makan Penyu di Raja Ampat

Menanggapi proyek yang menjadi salah satu film terakhirnya bersama Sinemaku Pictures, aktris 29 tahun ini mengaku tidak terbebani. Statusnya yang kini berfokus penuh sebagai aktris justru membuatnya merasa lebih rileks.

"Justru keterlibatan aku di film ini murni sebagai cast (pemain) saja. Jadi tidak ada beban kerja di balik layar seperti proyek-proyek sebelumnya," ujar Prilly saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Ia menambahkan, ketiadaan tanggung jawab di ranah produksi dan pemasaran membuatnya bisa mencurahkan energi sepenuhnya untuk pendalaman karakter.

"Karena aku menempatkan diri sepenuhnya sebagai pemeran, fokus dan beban tanggung jawabku hanya tertuju pada karakter," kata Prilly.

| Baca Juga: Ada Aura Mistis, Titi Kamal Sengaja Jauhi Boneka Saat Jeda Syuting Film 'The Doll Ghawiah'

Sebagai pemain, Prilly mengatakan, fokus dan beban tanggung jawabnya hanya tertuju pada karakter. Bagaimana ia mendalami peran, menyelesaikan proses syuting secara maksimal hingga tuntas sampai hari penayangan perdana (gala premiere).

"Jadi rasanya jauh lebih santai dan menyenangkan dibanding sebelumnya," ujar kekasih aktor Omara Esteghlal itu.

Soroti Cepatnya Isu Kekerasan Seksual Anak

Dikenal vokal menyuarakan kepedulian sosial, Prilly menekankan bahwa muatan isu yang diangkat dalam Memburu Pemangsa teramat krusial untuk dipublikasikan secara masif ke hadapan penonton.

Ia menyayangkan dinamika media sosial saat ini yang.kerap membuat pengawalan kasus hukum terhadap predator anak cepat terlupakan oleh tren baru.

"Isunya sangat penting. Sebenarnya kasus-kasus seperti ini sudah sering disuarakan, tetapi sayangnya beritanya cepat sekali tenggelam. Ketika ada kasus yang viral, biasanya hanya bertahan satu-dua hari atau seminggu, setelah itu tertutup oleh topik viral lainnya," jelas Prilly.

Akibatnya isu kekerasan seksual terhadap anak kerap terlupakan begitu saja karena arus informasi di media sosial sangat deras.

Peraih Piala Citra ini menambahkan bahwa peran masyarakat dan publikasi berkelanjutan sangat dibutuhkan demi keadilan para korban.

"Menjaga atensi publik agar tetap fokus pada penanganan kasus dan pendampingan korban itu cukup menantang dan membutuhkan strategi yang berkesinambungan. Semoga film ini bisa menjadi sarana edukasi dan pengingat agar isu penting ini tidak hanya berlalu begitu saja," tuturnya.

| Baca Juga: Baim Wong Duetkan Prilly Latuconsina dan Davina Karamoy di Film Drama Komedi

Tolak Peran Pengganti untuk Aksi Laga

Menariknya, film ini menuntut ketahanan fisik ekstra melalui rangkaian adegan aksi yang intens.

Prilly membeberkan bahwa hampir seluruh adegan berbahaya ia lakukan sendiri tanpa mengandalkan jasa pemeran pengganti (stuntman).

"Kami jarang sekali memakai stuntman, jujur ya. Kalau adegan aku sendiri, teman-teman nanti bisa lihat bahwa porsi aksinya tidak sebanyak Taskya. Adegan laga aku Yasamin murni tanpa stuntman. Mungkin susah juga ya mencari stuntman yang ukuran tubuhnya sekecil kami berdua," kata Prilly seraya tertawa.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa aspek realisme tetap diutamakan dalam penyusunan koreografi laga. Ia tidak dituntut menjadi seorang petarung andal, seperti Brina (Taskya Namya) yang di film memiliki dasar bela diri.

| Baca Juga: Oka Antara Marah-marah Honor Ditunggak TV Nasional

Jaga Emosi Lebih Sulit dari Adegan Fisik

Memerankan karakter Cia yang sarat adegan kejar-kejaran dan aksi fisik menguras stamina menjadi tantangan baru bagi Prilly. Tanpa rekam jejak di genre laga, Prilly diwajibkan melakukan latihan fisik intensif sebelum syuting dimulai.

"Untungnya persiapannya kita benar-benar latihan fisik, conditioning gitu-gitu. Kebetulan olahraga aku kebanyakan kardio, jadi pas disuruh latihan baru berasa beratnya," ujar Prilly.

Meski harus menguras tenaga untuk menghafal koreografi laga, Prilly mengungkapkan bahwa tantangan terberatnya justru menjaga kesinambungan rasa dan emosi karakter Cia di tengah kelelahan fisik. Karakter Cia diceritakan memiliki kekhawatiran tinggi dalam melindungi keponakannya, Pandu.

"Aku ngerasa apa pun yang dilakukan Cia bahan bakarnya dari rasa takut keponakannya kenapa-kenapa. Malah menurut aku lebih susah menjaga kontinuitas emosi di tengah adegan fisik yang lumayan berat," pungkas Prilly. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: