Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Siapa Surakman?

Surakman merupakan warga Carita, Pandeglang, Banten, yang telah akrab dengan kehidupan laut sejak masih kecil.

Ia pernah bekerja sebagai nelayan sebelum menjadi ABK kapal yang melayani perjalanan menuju kawasan Ujung Kulon dan Krakatau.

| Baca Juga: Tim Gabungan Perluas Area Pencarian Jurnalis dan Awak yang Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau

Pada 7 September 2026, Surakman berada di KM Arupadhatu I bersama kapten Warta dan pemandu Heriyanto. Mereka membawa lima jurnalis untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kapal berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, sekitar pukul 14.00 WIB. Tak lama kemudian komunikasi terputus.

Jenazah Akan Dibawa ke Banten

Setelah identitasnya dipastikan, jenazah Surakman masih berada di Bengkulu.

Polda Banten menyatakan jenazah akan diberangkatkan pada Kamis, 24 September 2026, menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk kemudian diserahkan kepada keluarga di Pandeglang.

| Baca Juga: Lima Jurnalis Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau, Basarnas Lanjutkan Pencarian

Gubernur Banten Andra Soni turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Surakman. Ia juga berharap tujuh orang lain yang masih belum ditemukan segera mendapatkan titik terang.

Bagaimana Nasib 5 Jurnalis Lain?

Setelah Surakman teridentifikasi, masih ada tujuh orang yang belum ditemukan, yaitu lima jurnalis M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firdaus Wajidi, dan Donal Husni, serta dua kru kapal, Warta dan Heriyanto.

Operasi SAR yang berlangsung selama 10 hari dan berakhir pada 17 September 2026 tidak berhasil menemukan kapal maupun korban.

Meski begitu, Basarnas Bengkulu tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan nelayan apabila ada informasi atau temuan baru. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: