Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Nama Sara Wijayanto tentu sudah tidak asing lagi di dunia konten horor Tanah Air. Ia sukses memikat jutaan penonton di kanal YouTube-nya. Tak hanya melalui konten yang dibuatnya, ia juga beberapa kali membintangi film horor, termasuk kembali menjadi Bu Laras dalam The Doll : Ghawiah.

Sara pertama kali memerankan Bu Laras melalui The Doll pada 2016. Setelah itu, karakter tersebut kembali hadir dalam The Doll 2, Sabrina, hingga The Doll 3. Sempat mengira tidak akan kembali menjadi Bu Laras, Sara justru mendapat kesempatan untuk memainkan karakter tersebut lagi.

"Karakternya nempel sama aku. Waktu The Doll 3 porsinya sudah nggak terlalu banyak, aku sempat berpikir, 'Oh ya sudah, kayaknya nggak main lagi.' Jadi pas dikabarin ada film ini aku happy banget," jelas Sara ditemui awak media di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Belajar Soal Manusia dari Hantu

Jika di film-film terdahulu Bu Laras digambarkan sudah memiliki kekuatan penuh (full power) dan berani menghadapi teror apa pun, di film ini penonton akan diajak melihat bagaimana Bu Laras di masa muda sebelum menjadi sosok paranormal yang tangguh dan disegani.

| Baca Juga: Ada Aura Mistis, Titi Kamal Sengaja Jauhi Boneka Saat Jeda Syuting Film 'The Doll Ghawiah'

Memerankan sosok Bu Laras versi muda ternyata menghadirkan tantangan emosional tersendiri bagi Sara. Kakak dari Adinia Wirasti ini mengaku seperti bercermin pada masa lalunya sendiri ketika pertama kali menyadari indra keenamnya terbuka.

"Tantangannya adalah me-recall rasa takut itu. Gimana rasa bingung saat kita mau tolong orang tapi ragu, 'Gue bisa nggak ya? Takut ini, takut itu.' Di film ini diperlihatkan perjalanannya sampai dia bisa menerima. Perjalanan hidup Bu Laras ini agak mirip dengan apa yang pernah aku lewati di dunia nyata," jelasnya.

Dalam perjalanannya, Sara membuktikan bahwa dunia mistis telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Namun, tak sedikit orang yang mempertanyakan alasan Sara terus berkutat dengan dunia tak kasat mata.

Menanggapi hal tersebut, Sara mengaku tidak ambil pusing. Baginya, interaksinya dengan entitas tak kasat mata justru memberikannya banyak pelajaran berharga tentang hakikat kehidupan.

| Baca Juga: Sempat Dikabarkan Berselingkuh, Sara Wijayanto Gugat Cerai Demian Aditya

"Orang kadang suka bilang, 'Ah, ngapain sih lo ngurusin hantu, ngurusin yang dekat banget sama kematian.' Tapi sebenarnya, buat aku pribadi, aku justru belajar banyak dari mereka (sosok astral). Belajar tentang apa? Tentang hidup, tentang manusia," ujar Sara.

Fenomena 'Hantu Nyangkut' dan Bahaya Menyimpan Dendam

Lebih lanjut, Sara menjelaskan bahwa berkomunikasi dengan arwah membuatnya sadar betapa berbahayanya memelihara kebencian. Ia bahkan berseloroh bahwa pelajaran terbesarnya adalah agar tidak menjadi 'hantu nyangkut' atau arwah penasaran yang terjebak di dunia fana setelah meninggal.

"Belajar tentang bagaimana kita tidak menyimpan dendam, supaya nanti kita nggak jadi 'hantu nyangkut', amit-amit ya," seloroh Sara sambil tertawa.

Menurutnya, sebelum menjadi arwah yang tersesat, banyak orang yang sudah lebih dulu menjadi 'manusia nyangkut' semasa hidupnya akibat enggan melepaskan amarah.

| Baca Juga: Tak Cuma Sekali, Ochi Rosdiana & Yessica Tamara Ungkap Momen Mistis Syuting 'Lingsir Wengi: Motel Malioboro'

"Sebagai manusia kita pasti punya rasa marah atau dendam. Dari mereka aku belajar gimana caranya punya hati yang lebih lapang, lebih memaafkan, dan jangan sampai berakhir nyangkut seperti mereka," jelas istri Demian Aditya ini.

"Kita kan mikirnya arwah yang 'nyangkut' itu karena meninggalnya tragis atau dibunuh. Tapi faktanya, aku banyak ketemu sosok yang meninggalnya wajar, tapi kok tetap nyangkut?" sambungnya.

Sara lantas menceritakan salah satu pengalaman paling membekas di benaknya. Ia pernah bertemu dengan sosok yang meninggal secara wajar tanpa kekerasan, namun jiwanya tidak bisa tenang dan tertahan di dunia.

"Ada satu sosok, dia meninggal wajar, tapi dia hanya mau mendengar kata 'maaf' dari orang yang dia sayangi semasa hidup. Tapi sampai dia meninggal, itu tidak pernah terjadi. Jadi sampai hari ini dia masih tertahan di situ. Itu kan rasanya nyesek banget," tutur Sara.

Pentingnya Berdamai dengan Diri Sendiri

Dari rentetan pengalaman mistis tersebut, Sara Wijayanto menarik sebuah pesan moral yang mendalam bagi mereka yang masih hidup. Menurutnya, manusia tidak boleh menggantungkan ketenangan batinnya kepada orang lain.

Kunci utama agar perjalanan jiwa- baik di dunia maupun menuju akhirat—bisa tenang adalah dengan belajar merelakan (let go) dan memaafkan diri sendiri.

"Makanya kita harus belajar untuk let go, kita memaafkan diri kita sendiri. Karena kalau kita terus berharap dan mengandalkan (permintaan maaf dari) orang lain, belum tentu kita mendapatkannya," pesan Sara. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: