Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Cut Mini punya alasan tersendiri ketika menerima tawaran bermain dalam film Pasukan 1000 Janda. Selain berasal dari Aceh, wanita kelahiran 1973 tersebut sebelumnya pernah memerankan ibu dari Laksamana Malahayati dalam sebuah pertunjukan teater yang menampilkan Marcella Zalianty sebagai tokoh pahlawan tersebut.

Kini, Cut Mini kembali bersinggungan dengan kisah Malahayati, tetapi melalui karakter berbeda. Ia memerankan Maesaroh, salah satu dari 1.000 janda dalam pasukan Inong Balee. Tokoh utama sekaligus pemimpin pasukan Laksamana Malahayati diperankan oleh Atiqah Hasiholan.

"Maesaroh itu adalah salah satu janda dari 1.000 janda lainnya," kata Cut Mini saat berbincang di redaksi Vivia Media, Rabu (23/9/2026).

Menurut Cut Mini, kisah Malahayati sudah dikenalnya sejak lama. Ia mengetahui bahwa sosok tersebut hidup jauh sebelum era Cut Nyak Dien dan menjadi salah satu nama besar dalam sejarah perjuangan perempuan Aceh pada abad ke-16.

| Baca Juga: Roman King Debut Main Film di '5 cm: Revolusi Hati', Ngaku Nervous Gantikan Herjunot Ali

Meski mengambil inspirasi dari tokoh sejarah, Cut Mini menegaskan bahwa Pasukan 1000 Janda tidak dibuat sebagai penggambaran sejarah secara utuh. Ceritanya dikembangkan menjadi fiksi dengan kemasan historical fantasy action.

Karena settingnya berlatar di Aceh, produksi film juga membangun kebutuhan set untuk menghadirkan suasana Kampung Teluk Krueng. Para pemain tidak menggunakan bahasa Aceh secara penuh, melainkan menggunakan logat Aceh agar suasana daerah tetap terasa dan dialog masih mudah dipahami penonton dari wilayah lain.

"Kalau bahasa kita cuma pakai logat, karena kalau bahasa Aceh ya butuh waktu. Jadi memang keputusannya adalah karena ini Kampung Teluk Krueng, kampung yang benar-benar ada di Aceh, ya jadi harus dengan logat, paling tidak," ujar Cut Mini.

Dari sisi penampilan, busana perempuan dalam film banyak menggunakan celana, baju longgar, kain dan penutup kepala. Cut Mini mengatakan tampilan tersebut memiliki kemiripan dengan gambaran busana perempuan Aceh pada masa Cut Nyak Dien, meski latar peristiwa Pasukan 1000 Janda terjadi sekitar 300 tahun sebelumnya.

| Baca Juga: Nana eks After School Merasa Bersalah soal Filler Bibir di 'The Scandal'

"Semua bajunya itu celana dan juga baju longgar, celana baju longgar dan pakai kain," katanya.

Menjadi Ibu-Ibu yang Harus Berperang

Untuk kebutuhan adegan aksi, Cut Mini mendapat senjata berupa pedang. Sementara Laksamana Malahayati menggunakan rencong, yang sebagian dibuat asli dan sebagian lainnya berupa replika.

Para pemain lebih dulu menjalani workshop penggunaan senjata sekitar satu bulan bersama tim stunt coordinator. Cut Mini mengaku tantangan terbesarnya justru berada pada kondisi fisik karena tubuh harus menyesuaikan dengan gerakan pertarungan.

"Kesulitannya ya badan kaku. Jadi memang butuh banyak waktu untuk melenturkan sedikit tangan-tangan ini, kaki-kaki ini," tuturnya.

Namun, Cut Mini menilai kemampuan bertarung para perempuan dalam cerita memang tidak perlu dibuat seperti prajurit profesional. Mereka adalah para ibu dan janda yang tidak dipersiapkan untuk perang, tetapi keadaan memaksa mereka untuk mengangkat senjata.

"Bukan ibu-ibu yang pintar perang, tapi ibu-ibu yang harus perang," ujarnya.

Menurut Cut Mini, keberanian mereka lebih banyak lahir dari keadaan, semangat dan keterampilan yang sudah dimiliki. Hal itu pula yang membuat karakter para janda tidak digambarkan sebagai pahlawan super.

Film ini juga memiliki unsur kuda, tetapi para perempuan dari desa tidak menggunakannya. Kuda digunakan oleh pihak Kesultanan Aceh. Cut Mini bahkan berkelakar bahwa penggunaan kuda akan membuat proses produksi jauh lebih panjang.

| Baca Juga: Leony Vitria Coba Genre Baru di 'Ghosthing', Sempat Ragu Main Film Horor Komedi

Pasukan 1000 Janda menjalani syuting selama 27 hari di tiga lokasi, yakni Kertajati, lokasi lainnya dan Studio Alam. Porsi syuting Atiqah Hasiholan sebagai Malahayati menjadi yang paling banyak, sementara para pemeran janda mengikuti perpindahan lokasi sesuai kebutuhan adegan.

Bagi Cut Mini, keterlibatannya bukan semata-mata karena berasal dari Aceh. Ia tertarik karena cerita Malahayati menurutnya menarik dan film tersebut memberinya kesempatan untuk mempelajari adegan fighting.

"Saya memang pengen banget untuk belajar fighting. Ternyata di sini ada," katanya.

Film Pasukan 1000 Janda disutradarai sekaligus ditulis Archie Hekagery. Selain Atiqah Hasiholan dan Cut Mini, film ini dibintangi oleh Ully Triani sebagai Farida, Fergie Brittany sebagai Salwa, Emil Kusumo, Muzakki Ramdhan, dan pemain lainnya.

| Baca Juga: Umay Shahab Ungkap Alasan Personal Angkat Isu Kekerasan Anak di Film 'Memburu Pemangsa'

Ully memerankan Farida, salah satu anggota pasukan yang ikut berperang bersama Malahayati untuk mempertahankan tanah Aceh. Sementara Fergie memainkan Salwa, salah satu janda termuda dalam kelompok tersebut.

Film yang terinspirasi dari kisah perjuangan Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee di Kesultanan Aceh abad ke-16 ini mengangkat cerita para perempuan yang kehilangan suami di medan perang kemudian membentuk kekuatan untuk membela tanah air. Pasukan tersebut dalam kisah sejarah dikenal sebagai kekuatan yang disegani di perairan Selat Malaka.

Dengan pendekatan historical fantasy action, Pasukan 1000 Janda dijadwalkan tayang di bioskop pada 12 November 2026. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: