Maxime Bouttier Akui Memasak Jadi Love Language di Dunia Nyata
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Siapa yang tak meleleh melihat pesona Maxime Bouttier? Aktor berparas blasteran Prancis ini menunjukkan sisi lain dirinya yang sukses bikin para penggemar histeris. Tak sekadar menyapa dan berbincang, Maxime memasak bagi para penggemarnya.
Momen manis tersebut terjadi dalam acara makan malam intim bertajuk An After Office Date with Maxime yang digelar di On3 Senayan, Jakarta. Suasana semakin meriah dengan kehadiran jajaran bintang ternama seperti Raihaanun, Hamish Daud, hingga Baby Kristami.
Di hadapan tamu yang hadir, suami Luna Maya ini bertransformasi layaknya koki profesional. Ia meracik langsung pasta spaghetti aglio e olio.
Maxime mengaku, memasak langsung di depan publik seperti ini adalah pengalaman perdana yang belum pernah ia lakukan.
| Baca Juga: Maxime Bouttier Siap Jadi Ayah, Luna Maya Mulai Program Kehamilan 2027
"Aku sebelumnya nggak pernah masak kayak gini loh, ya kalau di rumah ya masak," ungkap Maxime sambil tersenyum ditemui Kamis (24/9/2026).
Darah Seni Kuliner Mengalir dari Orang Tua
Kelihaian aktor 33 tahun ini mengolah masakan rupanya bukan aksi coba-coba semata. Bakat memasaknya ternyata sudah terasah sejak ia duduk di bangku SMA. Menariknya lagi, Maxime lahir dari keluarga kuliner, di mana kedua orang tuanya merupakan seorang chef profesional.
"Ya suka masak dari SMA, kan Papa dan Mama aku chef. Itu suatu yang normal dan aku emang diajarin sama Papa dan Mama," kata anak pasangan Patrice Bouttier dan mendiang Siti Purwanti.
Keahlian memasak ini ternyata sangat selaras dengan proyek akting terbarunya di serial WeTV Original Tante Sonya. Di serial ini, Maxime memerankan sosok Ben, pria muda yang digambarkan sangat green flag dan suportif terhadap Sonya (Raihaanun).
| Baca Juga: Cara Maxime Bouttier Tampil Lebih 'Brondong' di Series 'Tante Sonya'
Bagi karakter Ben, memasak adalah bentuk kepedulian terdalam untuk meredakan stres Sonya yang lelah bekerja. Maxime pun mengakui bahwa ada kesamaan besar antara dirinya dan karakter yang ia mainkan.
"Memasak itu salah satu love language-nya Ben, dan kebetulan aku juga begitu. Aku senang masak untuk orang yang aku sayang," tutur Maxime.
Untuk mendalami chemistry dengan Raihaanun, Maxime mengaku butuh waktu hampir dua bulan untuk bedah naskah dan dialog intensif agar romansa yang terbangun terasa nyata dan sampai ke hati penonton.
Bukan Sekadar Kisah Asmara Berondong Biasa
Lebih dari sekadar kisah romansa cinta beda usia (age-gap romance), serial Tante Sonya mengangkat isu sosial yang sangat dekat dengan realitas kehidupan perempuan modern.

Lewat karakter Sonya yang berusia 42 tahun, penonton diajak melihat stigma masyarakat terhadap perempuan matang: mulai dari tuntutan pernikahan, trauma masa lalu, hingga penghakiman saat jatuh cinta dengan pria yang jauh lebih muda. Serial ini juga dibumbui dengan intrik politik kantor dan drama keluarga yang menguras emosi.
Lewat kisah Sonya dan Ben, penonton diingatkan bahwa batasan usia bukanlah akhir dari segalanya. Setiap perempuan berhak untuk bahagia, berkarier, membuat keputusan, dan kembali jatuh cinta tanpa harus kehilangan jati dirinya. (*)







