Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Kanker payudara masih menjadi kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan Indonesia. Data kanker GLOBOCAN 2022 mencatat 66.271 kasus baru dan 22.598 kematian terkait penyakit tersebut.

Kementerian Kesehatan RI menyebut sekitar 70 persen kasus ditemukan saat sudah stadium lanjut. Di sisi lain, sekitar 90 persen perempuan Indonesia disebut belum rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) atau deteksi dini.

Kelainan payudara juga ditemukan pada usia yang tergolong muda. Dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025, sebanyak 20.542 peserta ditemukan memiliki kelainan payudara, dan proporsi terbesar (33,7 persen) berasal dari kelompok usia 30–39 tahun.

Dari jumlah tersebut, 1.472 peserta atau 7,2 persen terdiagnosis kanker payudara. Kelainan yang ditemukan tidak selalu berarti kanker, sehingga pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis tetap diperlukan.

| Baca Juga: Dari Siaran Radio ke Pita Kuning: Perjalanan Pandji dan Steny Menemani Anak-Anak Kanker

Pesan tentang pentingnya mengenali tubuh sejak dini inilah yang kembali digaungkan Lovepink lewat Indonesia Goes Pink (IGP) 2026 pada Bulan Kesadaran Kanker Payudara.

Ketua IGP 2026 sekaligus Ketua Yayasan Daya Dara Indonesia (Lovepink), Dede Gracia, mengatakan perempuan tidak perlu menunggu keluhan untuk mulai peduli.

“Kami ingin perempuan tidak lagi merasa bahwa kesehatan payudara adalah sesuatu yang baru perlu dipikirkan ketika sudah dewasa atau ketika muncul keluhan. Justru sejak muda, kita bisa mulai dengan mengenal tubuh sendiri,” ujar Dede di Jakarta baru-baru ini.

Salah satu langkah sederhananya adalah melalui gerakan SADARI. Bagi perempuan yang masih menstruasi, SADARI dilakukan setiap bulan pada hari ke-7 hingga ke-10 sejak hari pertama haid.

| Baca Juga: Mendengarkan Sinyal Tubuh: Kunci Deteksi Dini Kanker dan TBC

Perempuan menopause dan laki-laki dapat melakukannya pada tanggal tertentu setiap bulan. Perubahan yang perlu diwaspadai antara lain benjolan, perubahan bentuk atau ukuran payudara, perubahan pada kulit, puting tertarik ke dalam, dan cairan tidak biasa dari puting.

Bila menemukannya, segera konsultasi ke dokter. SADARI tidak dapat memastikan ada atau tidaknya kanker dan tidak menggantikan pemeriksaan klinis maupun skrining sesuai usia dan faktor risiko.

“SADARI adalah langkah yang sangat sederhana, tetapi dari kebiasaan sederhana ini kita belajar untuk lebih peka terhadap perubahan dan tidak mengabaikannya. Karena mengenal tubuh sendiri adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri,” katanya.

Selain edukasi, akses pemeriksaan menjadi kunci. Lovepink menginisiasi Gerakan 10.000 USG Payudara Gratis bagi perempuan prasejahtera, yang didukung sebagian donasi yang terkumpul.

| Baca Juga: Gaya Hidup dan Ketidakseimbangan Hormon di Balik Meningkatnya Kasus Kanker Endometrium

Sejak 2021, program pemeriksaan payudara gratis Lovepink telah menjangkau lebih dari 15.000 perempuan. Lovepink juga telah mendampingi lebih dari 18.000 Warriors (pejuang) dan Survivors (penyintas) kanker payudara lewat jaringan komunitas di 12 kota.

Dengan tema Celebrate Strength, Embrace Gratitude, IGP 2026 akan menggelar Pink Walk sejauh dua kilometer di sekitar Plaza Indonesia, Jakarta, pada 4 Oktober 2026, sebagai simbol dukungan bagi para Warriors dan Survivors. Rutenya dirancang agar nyaman bagi mereka. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: